Berita56,Toraja - Langkah yang dilakukan PT Malea Energy untuk penanganan dampak pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Makale Selatan, Tana Toraja, telah di lakukan sesuai standar opersional (SOP) yang di persyaratkan .
Langkah tersebut memastikan proyek energi terbarukan tersebut bisa berjalan selaras dengan upaya perlindungan kelestarian lingkungan dan sosial kemasyarakatan.
Site Manager PT Malea Energy Muh Syakur, ketika ditemui di kantornya, Rabu (9/6/2021) menyatakan, perusahaan telah melakukan sejumlah langkah tepat dalam penanganan dampak pembangunan PLTA
Langkah tersebut termasuk mengirim tim Hidrologi dan Geologi ke Lembang Patekke, Kecamatan Makale Selatan.
Ia, menjelaskan PT Malea Energy, siap bertanggung jawab apabila kerusakan rumah warga yang di akibatkan oleh dampak pembangunan PLTA.
"Jika rumah warga rusak akibat aktivitas perusahaan PT. Malea, itu bagian dari tanggung jawab kami" kata Syakur.
Menurut Syakur, meski tim hidrologi dan geologi PT. Malea ada, pihaknya tetap akan menunggu hasil penelitian tim Hidrologi dan Geologi independen dari universitas Hasanuddin Makassar (Unhas)dan Dinas PUPR propinsi Sulsel.
"Satu dua hari ini tim hidrologi dan geologi independen akan datang. Jadi saya tidak mau mengandai-ngandai. Kita sabar menunggu hasilnya" ujar Syakur.
Sementara itu berdasarkan pantauan awak media,Kamis (10/6/2021) malam, digelar pertemuan antara perwakilan PT Malea Energy dengan aparat pemerintahan Lembang Randan Batu serta Lembang Patekke,bersama Masyarakat, Tokoh Agama,Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda, di kantor Lembang Patekke.
Agenda utama pertemuan ini adalah penjelasan dari perwakilan PT Malea tentang tanggung jawab perusahaan dalam penanganan dampak pembangunan PLTA, terhadap lingkungan dan sosial kemasyaratan di wilayah operasional perusahaan.
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan,perdebatan yang terjadi menghasilkan suatu kesepakatan bersama, agar polemik yang timbul dalam pembangunan PLTA bisa diselesaikan dengan cara yang arif dan bijaksana.
Poin penting dalam pertemuan tersebut adalah,masyarakat Lembang Patekke sepakat menunggu hasil penelitian tim Hidrologi dan Geologi dari Unhas dan Dinas PUPR Provinsi Sulewesi Selatan.(TB)


