Berita56,Toraja - Program Anggaran Dana Desa (ADD) Tahun anggaran 2018 sampai 2020, pengembangan pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di ragukan karena tidak tepat sasaran.
Sesuai dengan informasi masyarakat di Lembang Pakala,Kecamatan Mengkendek,Kabupaten Tana Toraja, bahwa banyak kegiatan tidak berfungsi dan bermanfaat termasuk pembangunan pengelolaan air minum kemasan.
Salah seorang warga lembang Pakala yang enggan menyebutkan namanya menuturkan pada media ini, Sabtu (5/6/2021), kegiatan BUMDes tidak sesuai dengan Rancangan Anggaran Biaya (RAB).
"Kami tidak bisa berbuat apa-apa faktanya, bisa Bapak lihat sendiri seperti pengelolaan air minum kemasan yang menelan biaya ratusan juta rupiah, tapi cuma jadi pajangan saja.” jelasnya.
Selain itu di tambahkan PS mantan BPL Lembang Pakala,banyak kegiatan_yang sumbernya dari anggaran dana desa (ADD), yang tidak diketahui warga manfaat dan kegunaannya.
Contohnya seperti pengelolaan air minum kemasan,pembuatan kandang Sapi.dan bebetapa kegiatan lainnya,kata PS mantan pengurus BPL Pakala
Selama saya aktif di BPL,hingga tahun 2020 lalu baru 2 kali bertanda tangan di ADD, itupun saya tidak melihat berapa nilainya.
"Saya disodorkan kertas,yang hanya ada bagian tanda tangan saya saja,pak lembang bilang untuk pencairan ADD, nilainya saya tidak tahu" ungkap PS
PS mengatakan, entah sudah beberapa kali saya mempertanyakan mengapa saya disodorkan kertas untuk tanda tangan tanpa mengetahui isinya ke Pak Lembang, tapi beliau tidak pernah memberikan jawaban.
Di lembang Pakala pernah juga dianggarkan pembangunan kandang sapi,tapi hingga sekarang ini kandang yang sudah dibangun tersebut mubazir. Sapinya tidak pernah ada,ungkap PS.
Pak Lembang dulu bilang ,kita buatkan dulu kandang sapinya,ada bantuan sapi dari pemerintah,jadi harus siap dulu kandangnya.
Tetapi hingga kini bantuan sapinya tidak ada, malah warga disuruh bawa sapi peliharaannya ke kandang yang sudah dibuat,lantas difoto,ada apa ini,terang PS.
"Kami warga minta agar pak Lembang lebih transparan dalam pengelolaan ADD,kiranya pihak inspektorat turun langsung ke Lembang Pakala,agar dapat melihat persoalan terjadi,"harap PS.(TB)



