Perwakilan PT Malea Energy Hydropower Victor Batara saat memberikan kata sambutan pada acara syukuran
Berita56,Toraja - Polemik yang muncul antara Masyarakat Adat (Aluk Todolo) dengan pihak Perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Malea Energy Hydropower di Kelurahan Sandabilik Kecamatan Makale akhirnya berakhir.
Hal ini ditandai dengan prosesi Adat (Aluk Todolo) Massuru' , sekaligus pengajian dan buka puasa bersama oleh masyarakat Muslim, dan Ibadah Syukur oleh masyarakat Nasrani digelar serentak di lingkungan Perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Malea Energy Hydropower di Kelurahan Sandabilik Kecamatan Makale Selatan, Selasa, (20 /4/2021).
Ibadah syukur ini digelar serentak pihak PLTA Malea bersama masyarakat Makale Selatan, Bonggakaradeng, dan Rano yang merupakan area kerja perusahaan PLTA Malea Energy.
Meski digelar serentak, di tiga tempat berbeda pelaksanaan ibadah dari masing-masing kepercayaan berjalan lancar dan tidak saling mengganggu.
Perwakilan PLTA Malea Energy Hydropower, Victor Datuan Batara mengatakan ibadah syukur yang digelar pihak PLTA Malea dan masyarakat ini dilaksanakan sebagai bentuk ucapan syukur atas proses pembangunan infrastruktur PLTA Malea yang sampai hari ini berjalan dengan lancar.
“Kita undang yang Muslim untuk Pengajian dan buka puasa bersama, yang Nasrani menggelar ibadah syukur dan yang Aluk Todolo menggelar ritual Ma’pakdande Deata,” terang Mantan Wakil Bupati Tana Toraja tersebut. (*)


