Berita56,BANTAENG – Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Bantaeng, Dirga, diduga menjadi korban pembacokan oleh tetangganya sendiri yang berinisial WH. Insiden berdarah tersebut terjadi di Kabupaten Bantaeng pada Sabtu (23/5/2026) sekitar pukul 14.00 WITA.
Pihak Bhabinkamtibmas Bonto Rita membenarkan adanya pertikaian yang melibatkan senjata tajam tersebut. Saat dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp, ia menyatakan bahwa kasus ini sudah ditangani oleh aparat kepolisian.
Menurut keterangan Sandi, ipar korban, kejadian bermula saat WH mendatangi kediaman Dirga yang sedang beristirahat siang.
“Saya sempat mendengar teriakan dan makian. Karena rumah saya berdampingan dengan rumah Dirga, saya langsung turun untuk melihat situasi,” ujar Sandi.
Saat ditanya, Dirga mengaku tidak mengetahui alasan mengapa WH mendatangi rumahnya dalam kondisi emosi. Guna mengklarifikasi persoalan tersebut, Dirga dan Sandi kemudian berboncengan sepeda motor untuk menemui WH.
Namun, situasi justru semakin memanas ketika mereka tiba di dekat rumah WH. Saat Dirga baru turun dari sepeda motor, WH yang juga mengendarai motor diduga langsung menabrak Dirga hingga korban terpental dan terjatuh.
Warga sekitar yang melihat kejadian itu segera datang untuk melerai. Sayangnya, ketegangan tidak mereda. WH masuk ke dalam rumahnya dan keluar membawa sebilah parang.
“Saya lihat WH mengayunkan parang ke arah Dirga sebanyak dua kali. Kalau bukan karena Dirga menangkisnya, kemungkinan ibu WH yang ada di sana juga bisa terkena sabetan,” ungkap Sandi.
Akibat serangan tersebut, Dirga mengalami luka-luka dan mengeluarkan banyak darah. Dirga dilaporkan berusaha membela diri dengan tangan kosong selama pertikaian berlangsung.
Tidak lama setelah insiden tersebut, personel Polres Bantaeng tiba di lokasi kejadian. Polisi langsung mengevakuasi kedua belah pihak yang mengalami luka-luka ke rumah sakit umum di Bantaeng untuk mendapatkan perawatan medis.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan pendalaman lebih lanjut untuk memastikan kronologi serta motif utama di balik insiden penganiayaan tersebut.(*/TB)


