Berita56,Soppeng— Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 Ikatan Wartawan Online (IWO) di Kabupaten Soppeng menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali independensi pers.
Mengusung tema “Membangun Sinergitas, Merawat Independensi, Mengawal Kebenaran dan Menjaga Marwah Pers”, perayaan yang digelar pada Senin (7/9/2026) ini diwarnai pesan kuat tentang profesionalisme dan tanggung jawab jurnalistik.
Ketua PD IWO Soppeng, Kamaruddin, menegaskan bahwa kebebasan pers wajib berjalan beriringan dengan fakta dan etika. Menurutnya, kecepatan bukan satu-satunya tolok ukur keberhasilan media.
“Ketepatan, keberimbangan, verifikasi, dan keberanian menyampaikan fakta jauh lebih penting. Marwah pers adalah harga diri yang tidak boleh dipertaruhkan demi kepentingan sesaat,” ujar Kamaruddin.
Pesan senada disampaikan Ketua PW IWO Sulawesi Selatan, Zulkifli Thahir, yang diwakili Ketua PD IWO Wajo, Titin Heriyani. Ia mengingatkan insan pers agar tidak terjebak dalam perburuan traffic dan klik hingga mengorbankan akurasi.
Ia juga menyoroti pentingnya kesejahteraan wartawan serta pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence). AI harus ditempatkan sebatas alat bantu, bukan pengganti prinsip utama verifikasi dan independensi.
Dukungan Kemenag dan DPRD Soppeng
Kepala Kemenag Soppeng, H. Afdal, mengapresiasi peran media dalam menyampaikan informasi publik.
Ia memastikan instansinya terbuka bagi awak media, namun tetap meminta wartawan mengedepankan verifikasi sebelum menerbitkan berita sejalan dengan Undang-Undang Pers dan nilai agama.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Soppeng, H. Andi Muhammad Farid, menilai media memiliki posisi strategis dalam meluruskan informasi dan mengawal jalannya pemerintahan.
“Penyelenggaraan pemerintahan tidak bisa dikawal secara diam-diam. Sinergi antara pemerintah, media, dan LSM sangat dibutuhkan agar fungsi kontrol berjalan baik dan masyarakat tidak dirugikan,” tegas Andi Farid.
Melalui momentum ini, IWO Soppeng menegaskan kembali prinsip dasarnya: sinergi bukan subordinasi, dan kemitraan bukan berarti kepatuhan yang menghilangkan independensi.
Acara peringatan HUT ke-14 IWO ini turut dihadiri jajaran Forkopimda dan tokoh daerah, antara lain Ketua DPRD Soppeng HA M Farid, Wakapolres Kompol Tamar, Kepala Kemenag H Afdal, perwakilan Kejaksaan dan Pengadilan Agama, pimpinan BUMN (BRI dan Pegadaian), organisasi pers (JOIN dan SMSI), serta deretan LSM lokal.(*/tb)


