Berita56, Toraja-– Suasana rapat Panitia Khusus (Pansus) LKPJ Bupati Tana Toraja di gedung DPRD Tana Toraja memanas saat Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian, Ir. O. Berthy Mangontan, menyampaikan laporannya pada Rabu (22/4/2026). Berthy secara blak-blakan membongkar fakta bahwa puluhan menara telekomunikasi bantuan pusat di Tana Toraja gagal berfungsi.
Dalam pernyataannya, Berthy mengungkapkan kekecewaannya terhadap 24 tower telekomunikasi yang dibangun sejak 2022.
Bukannya memberikan solusi sinyal bagi warga pelosok, infrastruktur tersebut justru banyak yang tidak berfungsi, bahkan beberapa di antaranya hanya berdiri tegak sebagai "tiang pajangan" tanpa perangkat aktif.
"Kondisinya tidak maksimal. Ada yang sama sekali tidak difungsikan, hanya tiang yang berdiri. Ini laporan pertanggungjawaban kami atas pengawasan jaringan di lapangan," tegas Berthy di hadapan anggota Pansus DPRD.
Tower-tower tersebut merupakan proyek bantuan Pemerintah Pusat yang menggunakan operator H3I (Indosat). Meski sudah berdiri selama empat tahun sejak 2022, efektivitasnya dipertanyakan karena tidak kunjung memberikan layanan seluler yang stabil di delapan kecamatan terdampak.
Delapan wilayah yang kini menjadi "korban" menara tidak berfungsi tersebut meliputi:
Kecamatan Masanda & Bittuang
Kecamatan Bonggakaradeng & Rano
Kecamatan Simbuang & Mappak
Kecamatan Gandangbatu Sillanan & Malimbong Balepe’
Pansus DPRD Tana Toraja pun bereaksi keras atas temuan ini dan meminta pemerintah daerah segera mendesak kementerian terkait serta pihak operator bertanggung jawab agar infrastruktur yang memakan anggaran besar tersebut tidak menjadi besi tua yang sia-sia.(*/TB)


