Berita56,Mamasa--- Nama Mece Sa’bu mencuat dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2025 tingkat Kabupaten Mamasa. Kepala SDN 001 Mamasa itu mendapat kehormatan khusus karena sekolah yang dipimpinnya terpilih menjadi lokasi pusat upacara.
Tak hanya itu, Mece juga didaulat membacakan sejarah masuknya sekolah pertama di Mamasa , sebuah momen yang tak hanya membanggakan, tetapi juga menguatkan kembali identitas institusi pendidikan yang telah berusia lebih dari seabad tersebut.
“๐๐๐๐๐๐ก๐ข๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐ฆ๐๐๐๐๐๐๐ ๐ ๐๐ฆ๐, ๐๐โ๐ค๐ ๐๐ท๐ 001 โ๐๐๐ข๐ ๐ก๐๐๐ข๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐ฆ๐๐๐ ๐ก๐๐๐๐๐๐๐. ๐ต๐ข๐๐๐ โ๐๐๐ฆ๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ฆ๐, ๐ก๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐ ๐๐๐๐๐โ๐๐ฆ๐ ๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐ ๐๐๐๐๐โ ๐๐๐๐ก๐๐๐ ๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐,” ๐ข๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐ข๐ ๐๐ ๐ข๐๐๐๐๐๐.
Dalam pidatonya, Mece mengulas sejarah panjang SDN 001 Mamasa yang berdiri sejak masa kolonial Belanda. Sekolah ini berakar dari pembukaan "Ser Volksschool" pada 3 Januari 1913, yang merupakan lembaga pendidikan pertama di Mamasa, berlokasi di area Tangsi—kini kompleks Kodim.
Sekolah ini kemudian berkembang menjadi Sekolah Rakyat (SR) dan pada 1953 berubah nama menjadi Sekolah Dasar, seiring transformasi sistem pendidikan nasional.
Pada 1955–1956, SD 1 Mamasa mulai menempati gedung permanen di Jalan Demmajannang No. 1, lokasi yang hingga kini menjadi pusat kegiatan belajar mengajar.
Capaian-capaian bersejarah pun menyusul, termasuk penetapan sekolah ini sebagai SD Teladan pada 1969, serta prestasi terkini sebagai Sekolah Binaan Gerakan Sekolah Sehat (GSS) Berinovasi Sulbar 2024.
“๐ฆ๐ฒ๐ท๐ฎ๐ฟ๐ฎ๐ต ๐ฎ๐ฑ๐ฎ๐น๐ฎ๐ต ๐ด๐๐ฟ๐ ๐ธ๐ฒ๐ต๐ถ๐ฑ๐๐ฝ๐ฎ๐ป,” kutip Mece dari Cicero, menutup pidatonya dengan semangat kolaboratif, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama membangun literasi sejarah pendidikan Mamasa demi generasi mendatang.
Dengan keteguhan visi dan semangat pelayanan pendidikan, Mece Sa’bu tak hanya menjaga marwah sekolah tertua di Mamasa, tetapi juga menerangi jalan masa depan pendidikan daerah ini dengan warisan yang terus diperbarui dan diwariskan.(*. ๐ณ๐๐)


