![]() |
Foto: Excavator sedang memasukan material kedalam mobil ready mix di lokasi penimbunan agregat di jalan akses bandara baru toraja |
Berita56,Toraja - Pengerjaan beton di area Landasan Pacu Bandara Baru Toraja, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja di duga dikerjakan asal jadi.
Sejumlah warga menilai tahapan penting proses pembuatan beton dan material yang digunakan tidak memenuhi standar.
![]() |
| Klik untuk pasang Indihome di seluruh Indonesia |
Pantauan awak media di lokasi, Sabtu (6/3/2021), material yang terdiri agregat kasar yang terdiri dari kerikil yang digunakan , bukan seperti biasanya, batu split/pecah berukuran 2-3.
Pada gundukan agregat krikil terselip komponen pecahan beton yang sudah mengeras.
Dikutip dari pendapat beberapa orang ahli kontruksi. Dalam proses konstruksi beton, ada banyak hal yang harus diperhatikan salah satunya adalah mengenai kualitas beton yang digunakan.
Sebagai komponen utama, kualitas beton wajib dijaga agar bangunan menjadi lebih kokoh dan kuat. Lantas, bagaimana proses pembuatan beton ini?
Dalam tahapan kontruksi beton ,pencampuran bahan sangat penting mengingat pekerjaan konstruksi beton ini digunakan di lingkungan Bandara.
Komposisi bahannya pun harus tepat. Misalnya saja untuk komposisi material pada adukan beton tiap 1 meter kubik harus sesuai dengan SNI 7394: 2008.
Misalnya saja, beton dengan mutu K125 komposisinya adalah semen sebanyak 276 kilogram, kerikil 1.012 kilogrm, air 215 kilogram, dan pasir 828 kilogram.
Biasanya, untuk beton yang tidak begitu besar dapat dilakukan dengan manual seperti dengan ember maupun gerobak dorong.
Disinilah awal mula keanehan yang ditemukan awak media di lokasi tumpukan material.
Proses pencampuran bahan agregat krikil,agregat halus pasir,semen dan air dicampur secara manual .
Beberapa warga setengah terkejut ,setelah menyaksikan proses tersebut.
Bagaimana mutu betonnya bisa dipertanggung jawabkan,kalau prosenya dilakukan secara manual, krikil, pasir, semen serta air di masukan begitu saja kedalam mobil ready mix, kata warga tersebut dengan nada heran.
Sepengetahuan saya ,yang bukan ahli dibidang konstruksi mobil ready mix itu bukan untuk tempat memproduksi bahan material campuran beton.
"Bukankah mobil ready mix hanya alat untuk mengangkut campuran beton yang di produksi di batching plant,atau mereka sendiri kontraktornya yang merubah peruntukannya," kata warga tersebut dengan nada setengah tak.percaya.
Dia menduga sepertinya kontraktor yang bekerja menurut maunya saja,apakah mereka mereka itu tidak takut berurusan dengan penegak hukum.
Apa kontraktornya tidak membaca berita, proses pembebasan lahannya saja menyisakan kasus hukum yang belum juga tuntas hingga saat ini ,ujarnya kepada awak media yang disampingnya.
Kontraktor itu harusnya paham uang yang digunakan untuk membiayai kegiatan pekerjaannya adalah uang negara,bukan uang PPKnya bukan pula uang pribadinya.
Kontraktor yang mengerjakan harus bertanggung jawab atas kwalitas dan mutu pekerjaan, jangan asal jadi saja,apalagi ini pekerjaan di bandara lho.ujarnya.
Menurut informasi dari para pekerja di lokasi pencampuran agregat, proses beton yang dicampur manual dalam mobil ready mix itu akan digunakan untuk pembetonan di sepanjang landasan pacu bandara baru Toraja.
"Kontraktornya namanya pak budi ," ungkap salah seorang pekerja dengan rada sedikit acuh tak acuh.
Berita56.Com berusaha mendapatkan konfirmasi seimbang via whatapps dari pihak bandara terkait hal ini,
Tetapi hingga berita ini dirilis Kepala UPBU Toraja ,Rasidin belum menanggapin pesan singkat yang dikirim Berita56. (TB)




