Foto: Yohanis Lintin Paembongan S.Th.
Wakil ketua DPRD Tana Toraja
Wakil ketua DPRD Tana Toraja
Berita56,Toraja - Legislator Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP ) DPRD Tana Toraja Yohanis Lintin Paembongan, S.Th,meminta satgas covid-19 untuk memperhatikan keamanan tenaga medis ,paramedis dan petugas kesehatan lain dalam penanganan pencegahan penyebaran virus corona di Tana Toraja.
Sudah Milyaran rupiah di gunakan oleh Satgas Covid-19,dalam penanganan pencegahan penyebaran virus corona atau Covid-19,tenaga medis,paramedis dan petugas kesehatan adalah garda terdepan dalam upaya memerangi ancaman Covid-19, ungkapnya.
Keamanan,keselamatan tenaga medis,paramedis serta petugas kesehatan lain harus dijaga dengan baik , penyebaran virus corona sangat dasyat, alat pelindung diri (APD) yang digunakan harus benar -benar sesuai SOP gugus tugas COVID-19,jangan main-main dengan alkesnya ,SOP tidak bisa ditawar-tawar,apalagi asal-asalan.
"Ketersedian alat pelindung diri (APD) harus jadi hal utama,anggaran satgas Covid-19 harus di prioritaskan untuk kebutuhan tenaga medis,
paramedis dan tenaga kesehatan lain,"kata Anis.
Saya mendapat informasi dari kecamatan-kecamatan ,alat kesehatan seperti APD,masker dan thermometer yang digunakan tidak sesuai standar operasional yang di persyaratkan dalam penanganan Covid-19,mencermatin kondisi tersebut, Yohanis Lintin Paembongan,S.Th
yang juga merupakan salah satu pimpinan DPRD Tana Toraja tersebut berkata tegas dengan raut muka penuh kekesalan.
Foto: Thermometer,masker dan jas hujan
"Mau memutus mata rantai penyebaran virus corona melalui pysichal distancing tapi memakai thermometer di ketiak untuk mengukur tubuh ,Aneh !! mau memutus atau mau menyebarkan." ujarnya
Dia menambahkan hal ini sangat beresiko dan membahayakan tenaga medis,paramedis dan tenaga kesehan lainya,kasihan mereka.
Pemerintah jangan main-main soal keselamatan dan keamanan ,nyawa mereka para tenaga medis ,paramedis dan tenaga kesehatan lain harus di lindungi dengan APD yang sesuai standar operasional,warning Anis.
Terkait dengan alat kesehatan yang di gunakan tersebut,pihak dinkes saat di hubungi awak media via whatapss menjawab dengan sangat singkat,"bukan kami yang adakan".
Sementara itu informasi yang diterima redaksi dari berbagai sumber,milyaran rupiah sudah dikeluarkan,tapi sampai sekarang rencana aksi satgas saja masyarakat banyak yang belum paham,belum lagi rasio perimbangan dana dalam penanganan medis,alkes.
Jangan main-main dengan penanganan Covid-19,semua pihak harus tetap bersinergi,ibarat mau menolong orang tenggelam,malah si penolong yang tenggelam,tetap dalam jalur,fokus serta waspada,(TB)



