kondisi pasar makale pasca pembatadan berkumpul(social distancing)
Berita56,Toraja - Pandemi Virus Corona (Covid-19) di Indonesia semangkin masif ,di Sulawesi Selatan (Sulsel) data terbaru sampai Kamis (26 /3/2020) sore ini ,terdapat 13 kasus positif COVID-19.
Di kutip dari laman
Sulsel Tanggap COVID-19 ,jumlah pasien positif Covid -19 di Sulsel sebanyak 13 orang.Sementara Orang dalam Pengawasan (ODP) 178 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 94 orang. Dari update data yang di rilis Sulsel.Tanggap .COVID -19, untuk Kabupaten Tana Toraja dan Kabupaten Toraja Utara ,masing-masing Kabupaten terdapat 1 kasus ODP
Namun ,hal ini tak selalu berbanding lurus dengan pemahaman masyarakat pada cara pencegahan penyebaran COVID-19,yang salah satunya dengan membatasi interaksi sosial,bekerja dirumah,untuk memutus mata rantai penyebaran virus ini.
pedagang tempe dan tahu tertunduk lesu
Sebab,hal ini berdampak besar bagi masyarakat di sektor nonformal yang menggantungkan hidup dari pendapatan harian.seperti Indo-indo yang berdagang sayur di pasar,Pangojek,Penjual Tempe-Tahu,Padagang Kaki Lima serta pekerja non formal lainnya.
Randa misalnya,Ia sudah hampir 2 tahun ini membantu ibunya berjualan tempe dan tahu di sekitar Pasar Makale. Sore ini,Kamis(26/3/2020),berita56 berkesempatan berbincang dengan Randa soal Virus Corona ini.
Ketika ditanya apa dia tahu soal Corona atau COVID-19,ia langsung menjawab "Tau lah pak"saya dengar dan liat di Tivi-tivi dan dengar-dengar dari orang sekitar rumah,bahaya ya pak?katanya.
Ia juga mengatakan ,dia juga mendengar kalau Bupati meminta kami para pedagang di pasar Makale tidak boleh keluar dan berjualan.Dia juga menunjukan kepada berita56,suasana pasar Makale yang sunyi dan sepi. Ia mengaku masih memberanikan diri untuk keluar,membantu ibunya menjajakan dagangannya ,hal ini ia lakukan secara terpaksa,walaupun ia sadar, ia mengabaikan larangan pemerintah untuk tidak keluar rumah."Kalau saya tidak keluar rumah membantu ibu berjualan,
gimana kami bisa makan pak,"ucapnya lirih sambil menunduk lesu.
pangkalan ojek kampung pisang
Sementara itu secara terpisah berita56 menjumpai sekumpulan para pekerja non formal (Pangojek) yang biasa mangkal di pos Kampung Pisang Makale. Mereka para pengojek sementara mengobrol tentang kondisi sepinya pasar Makale."Sudah dua hari ini ,kondisi pasar seperti ini penumpang hampir tidak ada,pendapatan kami sebelum pasar ditutup,biasa perhari kami dapatkan seratus ribu .Sekarang ini ,sudah sore begini baru dapat sepuluh ribu rupiah kalau terus begini gimana kami mau nafkahin keluarga,bisa -bisa kami terhindar virus tapi sakit karena kelaparan "ungkap mereka para pangojek.
Pa' Dedi salah seorang pangojek mewakilin teman-temannya berharap ada perhatian dari pemerintah Kabupaten Tana Toraja tentang persoalan ini,"Kami adalah salah satu bagian dari masyarakat di Tana Toraja yang mendapatkan penghasilan dari pendapatan harian yang kami lakukan ,kalau kami berhenti bekerja ,dari mana kami mendapat penghasilan pak,"Saya rasa banyak masyarakat lain yang merasakan dampak seperti kami pak,cuman mungkin mereka gak tau mau bilang apa, dan mau berbicara dengan siapa pak ,"ujarnya
Kami berharap Pemerintah Kabupaten mendengar keluhan kami serta dapat mencari jalan keluar,untuk mengatasin persoalan ini,apalagi kalau batas waktu pembatasan aktivitas harian masyarakat belum jelas kapan akan berakhir,kan bisa saja 2 minggu ,1 bulan atau bisa juga 3 bulan. Mohon kiranya pak Bupati memberikan bantuan ,bentuknya terserah lah yang penting bisa membantu menunjang kehidupan kami dan keluarga ,ungkap Pa'Dedi mewakilin teman pangojek yang berada di sampingnya.
Harapan Pa'Dedi bersama teman-temannya para pangojek ,serta para pedagang sayur di trotoar pasar,pedagang keliling dan pedagang kaki lima serta masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada sektor pendapatan harian sangat rasional dan sangat masuk akal.
Kiranya pemerintah Kabupaten Tana Toraja bisa mendengarkan keluhan mereka ,serta mencarikan jalan terbaik dengan memberikan bantuan,apakah berbentuk Dana atau Natura paling tidak bisa berguna untuk menunjang kehidupan sehari-hari masyarakat yang bergantung pada sektor non formal pendapatan harian tersebut ,yang terkena dampak secara langsung .Bukan berarti mereka para pekerja yang mengantungkan hidup pada pendapatan tersebut ,pingin jadi peminta-minta kepada pemerintah,sesungguh nya memang ini lah tugas pemerintah ,mengayomin dan melindungi masyarakatnya, (TB)




