Iklan

Cegah Penularan COVID-19: Ketua Komisi III DPRD Tator, Satgas Harus Bekerja Optimal dan Berdaya Guna

Editor-Berita56
Sabtu, 28 Maret 2020, 15:11 WIB Last Updated 2020-03-28T07:52:56Z

Foto:Ketua Komisi III DPRD Tana Toraja 
Nico Mangera

Berita56,Toraja - Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tana Toraja . Satgas COVID-19 yang di bentuk  Pemerintah Kabupaten  ( Pemkab )Tana Toraja ,harus bekerja dengan optimal dan berdaya guna   dalam  menanganin pencegahan penyebaran  virus Corona (COVID-19) di wilayah ini. 

Ancaman wabah corona sudah di depan mata karena sejumlah daerah di Sulawesi Selatan  sudah ada kasus Positif,seperti Kota Makassar yang sudah masuk Zona Merah penyebaran COVID-19. Sementara Satgas COVID-19  yang di bentuk Pemkab  lebih  fokus  melakukan kegiatan penyemprotan disinfektan dalam  penanganan  pencegahan penyebaran virus Corona (COVID-19) di wilayah kabupaten Tana Toraja.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Komisi III DPRD Tana Toraja,Nico Mangera saat ditemui berita56 di kediaman pribadinya,Sabtu (28/3/2020).

"Tim Satuan Tugas (Satgas) yang dibentuk perlu bekerja lebih maksimal ,terukur serta  berdaya guna  lakukan edukasi dan sosialisasi secara terus kepada masyarakat,libatkan seluruh komponen masyarakat secara penuh , dalam upaya  pencegahan penyebaran virus Corona di daerah ini,"kata Nico.

"Meski di Kabupaten Tana Toraja belum ada yang terindikasi positif corona ,namun tetap harus ada upaya-upaya yang lebih optimal  dan berdaya guna di lakukan satgas, agar virus ini tidak masuk ke Kabupaten Tana Toraja,"ujarnya.

Nico Mangera meminta  kepada tim Satuan Tugas (Satgas) Kesiapsiagaan dan Penanganan Penyebaran  Virus Corona (COVID-19) yang sudah dibentuk agar dapat bekerja se optimal mungkin ,bukan hanya memfokuskan pada upaya penyemprotan disinfektan di ruang-ruang publik apalagi sekarang ini musim penghujan, apabila tetap akan melaksanakan kegiatan tersebut, lebih efektif  penyemprotan disinfektan langsung ke rumah-rumah warga,libatkan RT/RW dan warga setempat ,tegasnya.
Kalau melihat pola penanganan yang sekarang ini di lakukan satgas ,masyarakat pasti bertanya-tanya,sepertinya satgas bekerja tanpa koordinasi yang kurang  tepat dan jelas.Persoalan data  yang dirilis satgas saja masyarakat kebanyakan bingung melihat nya ,terlalu banyak istilah yang  kurang di pahamin masyarakat ,seperti Jumlah Orang Yang di Amatin kalau saya tidak saya liat jumlahnya sampai ribuan orang, hal ini perlu di jelaskan kepada masyarakat.

Fokus  pada upaya bagaimana memaksimalkan  pencegahan, penyebaran dengan memberikan edukasi,sosialisai  yang lebih mengena dan menyejukan kepada masyarakat , memantau lebih  teliti lagi pergerakan barang ,orang di pintu-pintu masuk ke wilayah Kabupaten Tana Toraja,seperti  perbatasan Sallubarani, perbatasan Tana Toraja dengan Mamasa,serta Perbatasan Tana Toraja dengan Sulawesi Selatan, kepada warga masyarakat toraja dan para pendatang yang sudah terlanjur masuk dari daerah  terpapar COVID-19,dan sudah berada di Tana Toraja  lakukan pemeriksaan lebih teliti dan terukur.,ungkap Niko.

"Waspada itu penting,  jangan sampai jatuh korban,baru kita kocar kacir mengantisipasi nya,Satgas harus lebih  memperkuat upaya pencegahan,dengan memaksimal semua daya dan upaya , kuatkan daya tahan tubuh masyarakat  ,gak ada salahnya satgas bagi-bagi vitamin gratis kepada warga Tana Toraja  "ujar Niko

Politisi Partai Golkar itu menyarankan tim  Satgas yang bekerja dan ditempatkan di pintu-pintu masuk perbatasan ke wilayah Tana Toraja harus di lengkapin dengan APD yang standar,peralatan deteksi yang mumpunin.serta bekerja dengan tingkat ketelitian tinggi.Karena  tim  Satgas yang bertugas di pintu-pintu masuk perbatasan ke wilayah Tana Toraja tersebut ,adalah orang pertama yang menjadi benteng pertahanan terhadap ancaman COVID-19 di wilayah Kabupaten Tana Toraja.

Imun tubuh para personil yang bertugas harus lebih diperhatikan, metode jam  kerja yang  para personil juga patut dipertimbangkan kembali,para personil sewajarnya di rotasi minimal per enam jam sekali .hal ini dimaksudkan agar ketahanan fisik dan kinerja para personil yang bertugas di pintu masuk perbatasan lebih  maksimal lagi.Insentif  mereka yang bertugas dipintu-pintu masuk perbatasan harus perhatian utama  pemkab,jelas Niko.(TB)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Cegah Penularan COVID-19: Ketua Komisi III DPRD Tator, Satgas Harus Bekerja Optimal dan Berdaya Guna

Terkini

Iklan