Foto:Ketua Komisi III DPRD Tana Toraja
Nico Mangera
Nico Mangera
Berita56,Toraja - Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tana Toraja . Satgas COVID-19 yang di bentuk Pemerintah Kabupaten ( Pemkab )Tana Toraja ,harus bekerja dengan optimal dan berdaya guna dalam menanganin pencegahan penyebaran virus Corona (COVID-19) di wilayah ini.
Ancaman wabah corona sudah di depan mata karena sejumlah daerah di Sulawesi Selatan sudah ada kasus Positif,seperti Kota Makassar yang sudah masuk Zona Merah penyebaran COVID-19. Sementara Satgas COVID-19 yang di bentuk Pemkab lebih fokus melakukan kegiatan penyemprotan disinfektan dalam penanganan pencegahan penyebaran virus Corona (COVID-19) di wilayah kabupaten Tana Toraja.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Komisi III DPRD Tana Toraja,Nico Mangera saat ditemui berita56 di kediaman pribadinya,Sabtu (28/3/2020).
"Tim Satuan Tugas (Satgas) yang dibentuk perlu bekerja lebih maksimal ,terukur serta berdaya guna lakukan edukasi dan sosialisasi secara terus kepada masyarakat,libatkan seluruh komponen masyarakat secara penuh , dalam upaya pencegahan penyebaran virus Corona di daerah ini,"kata Nico.
"Meski di Kabupaten Tana Toraja belum ada yang terindikasi positif corona ,namun tetap harus ada upaya-upaya yang lebih optimal dan berdaya guna di lakukan satgas, agar virus ini tidak masuk ke Kabupaten Tana Toraja,"ujarnya.
Nico Mangera meminta kepada tim Satuan Tugas (Satgas) Kesiapsiagaan dan Penanganan Penyebaran Virus Corona (COVID-19) yang sudah dibentuk agar dapat bekerja se optimal mungkin ,bukan hanya memfokuskan pada upaya penyemprotan disinfektan di ruang-ruang publik apalagi sekarang ini musim penghujan, apabila tetap akan melaksanakan kegiatan tersebut, lebih efektif penyemprotan disinfektan langsung ke rumah-rumah warga,libatkan RT/RW dan warga setempat ,tegasnya.
Kalau melihat pola penanganan yang sekarang ini di lakukan satgas ,masyarakat pasti bertanya-tanya,sepertinya satgas bekerja tanpa koordinasi yang kurang tepat dan jelas.Persoalan data yang dirilis satgas saja masyarakat kebanyakan bingung melihat nya ,terlalu banyak istilah yang kurang di pahamin masyarakat ,seperti Jumlah Orang Yang di Amatin kalau saya tidak saya liat jumlahnya sampai ribuan orang, hal ini perlu di jelaskan kepada masyarakat.
Fokus pada upaya bagaimana memaksimalkan pencegahan, penyebaran dengan memberikan edukasi,sosialisai yang lebih mengena dan menyejukan kepada masyarakat , memantau lebih teliti lagi pergerakan barang ,orang di pintu-pintu masuk ke wilayah Kabupaten Tana Toraja,seperti perbatasan Sallubarani, perbatasan Tana Toraja dengan Mamasa,serta Perbatasan Tana Toraja dengan Sulawesi Selatan, kepada warga masyarakat toraja dan para pendatang yang sudah terlanjur masuk dari daerah terpapar COVID-19,dan sudah berada di Tana Toraja lakukan pemeriksaan lebih teliti dan terukur.,ungkap Niko.
"Waspada itu penting, jangan sampai jatuh korban,baru kita kocar kacir mengantisipasi nya,Satgas harus lebih memperkuat upaya pencegahan,dengan memaksimal semua daya dan upaya , kuatkan daya tahan tubuh masyarakat ,gak ada salahnya satgas bagi-bagi vitamin gratis kepada warga Tana Toraja "ujar Niko
Politisi Partai Golkar itu menyarankan tim Satgas yang bekerja dan ditempatkan di pintu-pintu masuk perbatasan ke wilayah Tana Toraja harus di lengkapin dengan APD yang standar,peralatan deteksi yang mumpunin.serta bekerja dengan tingkat ketelitian tinggi.Karena tim Satgas yang bertugas di pintu-pintu masuk perbatasan ke wilayah Tana Toraja tersebut ,adalah orang pertama yang menjadi benteng pertahanan terhadap ancaman COVID-19 di wilayah Kabupaten Tana Toraja.
Imun tubuh para personil yang bertugas harus lebih diperhatikan, metode jam kerja yang para personil juga patut dipertimbangkan kembali,para personil sewajarnya di rotasi minimal per enam jam sekali .hal ini dimaksudkan agar ketahanan fisik dan kinerja para personil yang bertugas di pintu masuk perbatasan lebih maksimal lagi.Insentif mereka yang bertugas dipintu-pintu masuk perbatasan harus perhatian utama pemkab,jelas Niko.(TB)



