foto material untuk rigid beton di mixing di truk ready mix
Berita56,Toraja - Pemandangan menggelikan ,saat melihat aktivitas truk ready mix di Proyek Lanjutan Pembangunan Bandara Buntu Kunik (BBK) di Kecamatan Mengkendek Kabupaten Tana Toraja,Sabtu (22/2/2020) betapa tidak proses mixing material untuk pekerjaan rigid beton langsung dilakukan di Truck Ready Mix tersebut.
Pekerjaan rigid beton tersebut dikabarkan satu paket dengan Proyek Lanjutan Pembangunan BBK dari Kementrian Perhubungan RI ,dari data yang didapat di portal Kementrian Perhubungan RI anggaran proyek lanjutatan pembangunan pada tahun 2019 lalu terdiri dari segmen 2 dan segmen 3 dengan nilai total 136 milyar.,yang juga mendapat sorotan dari penggunaan materialnya.
Beberapa warga tertawa begitu melihat aktivitas Truk ready mix melakukan pekerjaan mix material yang akan digunakan di pekerjaan rigid beton di dalam kawasan pekerjaan terminal BBK.,kenapa mix material untuk pekerjaan rigid beton,tidak diproses di Batching plant ,ucapnya.
aktivitas pekerjaan rigid beton langsung di atas tanah berlumpur
"Lucu saja ,kog pekerjaan rigid beton pada proyek pembangunan BBK dan termasuk sebagai salah satu proyek strategis kementrian perhubungan,masih memakai cara lama,bagaimana kualitas dan mutu betonnya, aneh juga mengapa material beton untuk pekerjaan rigid betonnya tidak diproses di Batching plant,",ungkap warga.
Menurut dia ,jika ingin mendapat untung banyak dari pekerjaan rigid beton tersebut,tak begitu caranya.Namun kata dia ,sekalian saja tidak usah menggunakan truk ready mix, tapi langsung saja mencampur material semen,pasir dan agregat lainnya pake sekop manual .
"Ha-ha-ha itu kan lebih banyak untung lagi. Ada ada saja ya modus jalan pintas dapat untung besar " tuturnya sembari kembali tertawa terbahak-bahak.
Yang harus diketahui bahwa ada persyaratan yang wajib dipenuhi oleh perusahaan sebelum menerima lelang pekerjaan. Salah satunya mampu mengadakan Beaching plant sebagai sarana untuk memproses material pasir,semen dan agregat lainnya ,agar dapat menghasilkan beton yang berkualitas.
"Saya heran mengapa fungsi koordinasi Satker,dan PPK selaku penanggung jawab kegiatan pekerjaan Lanjutan BBK serta Konsultan Pengawasnya tidak berjalan sebagai mana mestinya".
Patut di duga dan dicurigai jangan-jangan item pekerjaan lainnya juga berpotensi seperti model pekerjaan rigid beton tersebut,jelasnya.(TB)



