Iklan

Rekam Jejak Kombes Robert Da Costa: Dari Perang Narkoba Hingga Pucuk Pimpinan Labfor Bareskrim

Editor-Berita56
Senin, 21 September 2026, 14:44 WIB Last Updated 2026-09-21T06:44:52Z



Berita56,Jakarta— Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali melakukan rotasi dan promosi jabatan di tingkat Perwira Menengah (Pamen). Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/1877/VIII/KEP./2026 tertanggal 30 Agustus 2026, Kombes Pol Robert Da Costa, S.I.K., M.H., resmi dipercaya mengemban amanat baru sebagai Sekretaris Pusat Laboratorium Forensik (Sespuslabfor) Bareskrim Polri.

Perwira lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1996 kelahiran Nusa Tenggara Timur (NTT) ini menggantikan posisi sebelumnya sebagai Pengawas Penyidikan (Wassidik) Kepolisian Madya Tingkat II Bareskrim Polri. Dalam tugas lamanya, ia bertanggung jawab atas supervisi, asistensi penyidikan, hingga penanganan aduan masyarakat terkait kinerja penyidik di tingkat pusat.

Rekam Jejak Kepemimpinan yang Luas
Perwira yang berulang tahun setiap 2 Januari ini dikenal memiliki pengalaman operasional yang matang di berbagai wilayah hukum Indonesia. 

Nama Robert Da Costa dikenal luas saat garang menindak jaringan bandar narkotika kelas kakap, terutama ketika memimpin Direktorat Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Jawa Timur dan Polda Sumatera Utara.

Karier kepemimpinannya terbilang komplet di tingkat kewilayahan maupun markas besar:

Wakapolres Pare-Pare (2010)
Kapolres Nias Selatan (Polda Sumut)
Kapolres Deli Serdang (Polda Sumut)
Wadirreskrimsus Polda Sumut
Dirreskrimum Polda Papua Barat
Dirresnarkoba Polda Sumut
Kabagrendikjarlat Waketbidakademik STIK Lemdiklat Polri
Dirresnarkoba Polda Jatim
Wassidik Kepolisian Madya Tk. II Bareskrim Polri
Sespuslabfor Bareskrim Polri (Saat ini). 

Pengangkatan Kombes Pol Robert Da Costa sebagai Sespuslabfor Bareskrim Polri menandai pergeseran fokus tugasnya dari aspek pengawasan penyidikan ke ranah penunjang teknis pembuktian sains.

Sebagai Sespuslabfor, ia bertugas mengelola operasional, administrasi, serta koordinasi pemeriksaan laboratorium kriminalistik—mulai dari sains forensik, tes narkotika, hingga digital forensik. 

Kombinasi pengalaman lapangan dan pengawasan hukum ini diharapkan semakin memperkuat implementasi scientific crime investigation dalam penegakan hukum Polri ke depan.(*/tb)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Rekam Jejak Kombes Robert Da Costa: Dari Perang Narkoba Hingga Pucuk Pimpinan Labfor Bareskrim

Terkini

Iklan