Berita56 com,JAKARTA — PT Hutama Karya (Persero) melalui anak usahanya, PT Hutama Marga Waskita (Hamawas), kembali mengukir prestasi dalam meningkatkan pelayanan bagi pengguna jalan tol. Pengelola jalan tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat (Kutepat) ini resmi meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Penghargaan tersebut diberikan atas rekor "Tempat Istirahat dan Pelayanan Jalan Tol Pertama yang Memiliki Galeri Budaya" di Rest Area KM 99. Penyerahan piagam berlangsung di Gedung Jaya Suprana, Jakarta, pada Kamis (13/08).
Anugerah ini menjadi bentuk apresiasi atas komitmen Hutama Karya dan Hamawas dalam menghadirkan inovasi pelayanan. Tak hanya berfokus pada kenyamanan transaksional dan fasilitas fisik dasar pengguna jalan, langkah ini juga menjadi sarana nyata dalam mendukung pelestarian budaya Sumatera Utara serta pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
Sinergi dan Pelestarian Budaya Sumatera Utara
Plt. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (Persero), Hamdani, menyampaikan apresiasinya atas pengakuan dari MURI. Menurutnya, pencapaian ini merupakan buah dari kerja keras dan sinergi berbagai pihak.
"Kami sangat berterima kasih kepada MURI. Kami yakin pencapaian ini terwujud berkat kerja sama yang solid antar seluruh pemangku kepentingan," ujar Hamdani.
Sementara itu, Direktur Utama Hamawas, Dindin Solakhuddin, menjelaskan bahwa Sumatera Utara memiliki keberagaman budaya yang sangat kaya dan menjadi bagian penting dari identitas masyarakat. Hal itulah yang melatarbelakangi lahirnya Galeri Budaya di Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) KM 99.
"Kami ingin Rest Area KM 99 tidak sekadar menjadi tempat singgah untuk melepas lelah, tetapi juga ruang edukatif bagi pengguna jalan untuk mengenal, menikmati, dan membawa pulang kisah keberagaman budaya Sumatera," ungkap Dindin.
Dalam pengembangannya, Hamawas merangkul berbagai elemen masyarakat—mulai dari komunitas lokal, tokoh adat, budayawan, hingga pegiat sosial—guna menyajikan konsep kearifan lokal yang autentik.
Galeri Budaya KM 99 dirancang sebagai ruang interaktif yang kaya akan informasi, mencakup beberapa zona utama:
Galeri Singgah Daya: Menyajikan panel infografis seputar keberagaman suku, artefak, alat musik tradisional, hingga arsitektur rumah adat Sumatera Utara.
Main Exhibition: Menampilkan pameran cerita rakyat daerah, salah satunya kisah klasik dari Kabupaten Batu Bara.
Zona Media Interaktif: Area gim edukatif bagi pengunjung lintas generasi, seperti permainan memanah digital dan gim Magnifier Finding Kamaruddin.
Apresiasi dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT)
Inovasi ini juga mendapat apresiasi positif dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT). Anggota BPJT Unsur Masyarakat, Tulus Abadi, menilai langkah Hamawas sebagai terobosan kreatif yang dapat memberi nilai tambah pada kualitas pelayanan rest area.
"Sentuhan budaya ini menjadi ciri khas yang sangat kreatif. Inovasi seperti ini diharapkan mampu menginspirasi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) lainnya untuk mengangkat potensi dan kearifan lokal di daerah masing-masing," pungkas Tulus.
Dengan konsep unik tersebut, Galeri Budaya Rest Area KM 99 Tol Kutepat tidak hanya tampil sebagai brand image baru, melainkan juga dinobatkan sebagai salah satu rest area paling berkarakter di Pulau Sumatera.("/tb)


