Berita56,Pinrang – Kelompok Tani Sipakainga di Kelurahan Sipatokkong, Kecamatan Watang Sawito, Kabupaten Pinrang, melaporkan kemerosotan drastis hasil produksi padi pada musim tanam kali ini.
Serangan hama yang masif dan cuaca ekstrem menjadi penyebab utama kegagalan panen yang memprihatinkan tersebut.
Ketua Kelompok Tani Sipakainga, Muhammad Jupri, mengungkapkan bahwa kondisi ini berdampak parah pada tiga kelompok tani di wilayah persawahan Awan-awan.
Penurunan hasil panen kali ini tergolong sangat ekstrem jika dibandingkan dengan masa produktif sebelumnya:
Kondisi Normal: Rata-rata menghasilkan 9,2 ton, bahkan pernah mencapai 12 ton per hektar. Kondisi Saat Ini: Hasil tertinggi hanya mampu mencapai 4,1 ton per hektar.
Kondisi Terparah: Beberapa lahan hanya menghasilkan 200 kilogram per hektar.
Jupri merinci bahwa anjloknya produksi dipicu oleh serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) jenis penggerek batang serta penyakit hawar daun bakteri atau "kresek".
"Kelembapan yang tinggi akibat curah hujan ekstrem memicu perkembangan cepat hawar daun bakteri dan mempercepat pergerakan hama," jelas Jupri.
Selain faktor cuaca, terdapat beberapa kendala teknis dan sosial yang turut memperburuk keadaan:
Proyek rehabilitasi saluran irigasi di wilayah Saddang yang menghambat pengolahan lahan.
Adanya keterlambatan jadwal tanam yang tidak sejalan dengan instruksi Pemerintah Kabupaten demi menyesuaikan waktu tanam dengan wilayah hilir.
Jupri secara terbuka mengakui adanya kelalaian dalam pengendalian hama menjelang hari raya Lebaran, meski pihak Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) telah memberikan peringatan.
Menghadapi kerugian besar ini, para petani melalui Kelompok Tani Sipakainga sangat mengharapkan perhatian dan dukungan nyata dari Pemerintah Kabupaten Pinrang.
"Harapan kami kepada Bapak Bupati dan Pemerintah Kabupaten, kiranya ada dukungan bantuan benih padi untuk musim tanam mendatang," pungkas Jupri.
Bantuan ini diharapkan menjadi stimulus bagi petani untuk bangkit dan mengejar kembali target produksi maksimal pada musim berikutnya. (*/TB)



