Berita56,Mamasa--Pelaksanaan Computer Assisted Competency Test (CACT) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Mamasa resmi dimulai hari ini, Selasa (25/11/2025).
Sejak pagi, Bupati Mamasa Welem Sambolangi turun langsung meninjau dua lokasi utama penyelenggaraan tes, yakni Laboratorium Komputer SMAN 01 Mamasa dan Laboratorium Komputer SMKN 01 Mamasa.
Kehadiran Bupati di dua sekolah tersebut menegaskan bahwa Pemkab Mamasa memberi perhatian serius terhadap pelaksanaan asesmen ASN yang tahun ini diikuti 1.041 peserta.
Asesmen berlangsung selama lima hari, mulai 25–29 November 2025, melalui kerja sama Pemkab Mamasa dan Kantor Regional IV BKN Makassar.
Dalam kunjungannya, Bupati Welem memastikan kesiapan perangkat komputer, alur tes, serta kenyamanan peserta.
Ia berdialog dengan pengawas dan tim teknis untuk memastikan tidak ada kendala teknis yang dapat mengganggu jalannya CACT.
Welem menegaskan bahwa asesmen ini merupakan mekanisme penting untuk melihat kualitas ASN secara objektif.
“๐ด๐ ๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐ ๐ข๐๐ก๐ข๐ ๐๐๐๐โ๐๐ก ๐๐๐๐๐๐๐ข๐๐ ๐ด๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ก๐๐๐ ๐๐๐ฆ๐. ๐ฝ๐๐๐ ๐ ๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐ก๐๐๐๐๐ก๐๐๐ ๐ ๐๐ ๐ข๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ข๐๐๐๐ฆ๐, ๐๐๐๐๐ฆ๐๐๐๐ ๐๐ข๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ก. ๐๐๐ฆ๐ ๐๐๐โ๐๐๐๐ ๐ก๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ก๐๐,” ๐ก๐๐๐๐ ๐๐ฆ๐
Kehadiran Bupati dalam pengawasan langsung CACT menunjukkan bahwa Pemkab Mamasa ingin memastikan proses berjalan bersih, transparan, dan bebas intervensi.
Asesmen kompetensi ini bukan hanya sebuah tes, tetapi bagian dari restrukturisasi besar birokrasi Mamasa. Dengan CACT, pemetaan potensi dan kapasitas ASN dilakukan secara digital, terukur, dan objektif.
Tujuan utama asesmen ini mencakup: Memetakan kompetensi dan potensi ASN, Mendukung penempatan jabatan berbasis kemampuan,
Menjadi dasar mutasi, promosi, dan pengembangan karier, Meningkatkan profesionalisme aparatur, Mengokohkan sistem merit, Mengembangkan manajemen talenta daerah.
Kebijakan ini juga selaras dengan dorongan pemerintah pusat, termasuk arahan Presiden Prabowo mengenai pentingnya pemetaan kompetensi aparatur di seluruh Indonesia.
Kepala Kantor Regional IV BKN Makassar, Nanang Subandi, yang hadir sebagai penguji, memberikan apresiasi tinggi.
Ia menilai Mamasa menjadi daerah pertama di Sulawesi Barat yang menerapkan pemetaan komprehensif ASN melalui metode asesmen formal.
“๐ผ๐๐ ๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ค๐ ๐ข๐๐ก๐ข๐ ๐๐๐๐๐ ๐ก๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ก๐๐๐ ๐ ๐ด๐๐ ๐๐๐๐๐-๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ขโ๐ ๐๐๐๐ก๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ฆ๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐ฆ๐๐๐๐๐๐ก,” ๐ข๐๐๐๐๐ฆ๐.
Menurutnya, asesmen ini mengukur aspek fundamental kompetensi ASN, mulai dari kecerdasan interpersonal, kemampuan teknis, kapasitas belajar, hingga manajemen diri.
Dengan CACT, Pemkab Mamasa menyiapkan fondasi untuk layanan publik yang lebih profesional. ASN yang ditempatkan sesuai keahliannya akan lebih responsif, lebih cepat memahami kebutuhan masyarakat, serta lebih produktif dalam menjalankan tugas.
Asesmen juga menjadi langkah strategis memutus praktik penempatan berbasis loyalitas personal.
Dalam konteks modernisasi birokrasi, langkah ini menunjukkan Mamasa tidak hanya mengikuti arus reformasi, tetapi berani berada selangkah lebih maju dibanding daerah lain di Sulbar.(*/๐ณ๐๐)


