Iklan

𝗗𝗶𝗿𝗲𝘀𝗺𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶 𝗠𝗮𝗺𝗮𝘀𝗮, 𝗗𝗲𝘀𝗮 𝗢𝘀𝗮𝗻𝗴𝗼 𝗛𝗮𝗱𝗶𝗿𝗸𝗮𝗻 𝗞𝗶𝗼𝘀 𝗣𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗠𝘂𝗿𝗮𝗵 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗪𝗮𝗿𝗴𝗮

Editor-Berita56
Selasa, 16 September 2025, 13:19 WIB Last Updated 2025-09-16T05:19:28Z


Berita56,Mamasa – Pemerintah Desa Osango, Kecamatan Mamasa, resmi meluncurkan Kios Pangan Sipatuo Osango, sebuah unit usaha Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang bergerak di bidang penyediaan pangan murah dan sehat.

Peresmian kios yang berlokasi di Rante-rante, tepat di samping kantor ekspedisi J&T, dilakukan langsung oleh Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, pada Senin (15/9/2025).

Acara peresmian ini turut dihadiri Kadis Ketahanan Pangan Kabupaten Mamasa, Kabid BUMDes Dinas PMD, Camat Mamasa, Kepala Desa Osango, rohaniawan, tokoh adat, pengurus Koperasi Desa (Kopdes MP), pendamping desa, pelaku UMKM, kepala dusun, serta mitra distribusi regional.

Dalam sambutannya, Bupati Welem Sambolangi menyambut baik inisiatif Desa Osango menghadirkan kios pangan murah bagi warganya. 

Menurutnya, keberadaan kios ini sejalan dengan program swasembada pangan nasional maupun daerah.

“𝐾𝑖𝑜𝑠 𝑝𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑖𝑛𝑖 𝑗𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑠𝑒𝑚𝑎𝑡𝑎-𝑚𝑎𝑡𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑜𝑟𝑖𝑒𝑛𝑡𝑎𝑠𝑖 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑘𝑒𝑢𝑛𝑡𝑢𝑛𝑔𝑎𝑛, 𝑡𝑎𝑝𝑖 𝑙𝑒𝑏𝑖ℎ 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑝𝑒𝑙𝑎𝑦𝑎𝑛𝑎𝑛 𝑚𝑎𝑠𝑦𝑎𝑟𝑎𝑘𝑎𝑡. 𝑊𝑎𝑟𝑔𝑎 ℎ𝑎𝑟𝑢𝑠 𝑚𝑒𝑛𝑑𝑎𝑝𝑎𝑡𝑘𝑎𝑛 𝑎𝑘𝑠𝑒𝑠 𝑝𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑒𝑟𝑗𝑎𝑛𝑔𝑘𝑎𝑢. 𝑆𝑎𝑦𝑎 𝑗𝑢𝑔𝑎 𝑏𝑒𝑟ℎ𝑎𝑟𝑎𝑝 𝑝𝑒𝑛𝑔𝑒𝑙𝑜𝑙𝑎 𝑏𝑖𝑠𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑖𝑛𝑜𝑣𝑎𝑠𝑖, 𝑚𝑒𝑚𝑎𝑛𝑓𝑎𝑎𝑡𝑘𝑎𝑛 𝑡𝑒𝑘𝑛𝑜𝑙𝑜𝑔𝑖 𝑝𝑒𝑚𝑎𝑠𝑎𝑟𝑎𝑛, 𝑏𝑎ℎ𝑘𝑎𝑛 𝑚𝑒𝑛𝑗𝑎𝑙𝑎𝑛𝑘𝑎𝑛 𝑙𝑎𝑦𝑎𝑛𝑎𝑛 𝑎𝑛𝑡𝑎𝑟 𝑘𝑒 𝑟𝑢𝑚𝑎ℎ 𝑤𝑎𝑟𝑔𝑎,” 𝑘𝑎𝑡𝑎 𝑊𝑒𝑙𝑒𝑚.

Kepala Desa Osango, Irwan M. Poly, mengajak masyarakat desanya dan desa-desa tetangga untuk memanfaatkan kehadiran kios ini. Ia juga menekankan pentingnya masyarakat giat bertani agar hasilnya bisa dipasarkan melalui BUMDes.

“𝑀𝑎𝑟𝑖 𝑚𝑎𝑛𝑓𝑎𝑎𝑡𝑘𝑎𝑛 𝐾𝑖𝑜𝑠 𝑃𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑆𝑖𝑝𝑎𝑡𝑢𝑜 𝑂𝑠𝑎𝑛𝑔𝑜 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑘𝑒𝑏𝑢𝑡𝑢ℎ𝑎𝑛 𝑠𝑒ℎ𝑎𝑟𝑖-ℎ𝑎𝑟𝑖 𝑑𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 ℎ𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑡𝑒𝑟𝑏𝑎𝑖𝑘. 𝐾𝑖𝑡𝑎 𝑗𝑢𝑔𝑎 ℎ𝑎𝑟𝑢𝑠 𝑟𝑎𝑗𝑖𝑛 𝑏𝑒𝑟𝑡𝑎𝑛𝑖 𝑎𝑔𝑎𝑟 ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙𝑛𝑦𝑎 𝑏𝑖𝑠𝑎 𝑚𝑎𝑠𝑢𝑘 𝑘𝑒 𝑘𝑖𝑜𝑠 𝑖𝑛𝑖 𝑑𝑎𝑛 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑢𝑎𝑡𝑘𝑎𝑛 𝑒𝑘𝑜𝑛𝑜𝑚𝑖 𝑑𝑒𝑠𝑎,” 𝑢𝑗𝑎𝑟 𝐼𝑟𝑤𝑎𝑛.

Sementara itu, pengurus BUMDes Osango, Leonard, menjelaskan bahwa Desa Osango dengan lebih dari 3.000 penduduk sesungguhnya memiliki potensi ekonomi besar. Kekayaan alam berupa pertanian, perikanan air tawar, kerajinan rakyat, hingga layanan jasa adalah modal utama bagi desa untuk membangun kemandirian.

Namun, selama ini, masalah klasik berupa rantai distribusi yang panjang dan ketergantungan pada pasokan dari luar membuat hasil produksi lokal tidak terkelola optimal. 

Kehadiran BUMDes SIPATUO diharapkan menjadi instrumen penting untuk memutus masalah tersebut.

BUMDes SIPATUO, kata Leonard, hadir bukan sekadar formalitas, melainkan berfungsi sebagai “𝗽𝗮𝗴𝗮𝗿 𝗲𝗸𝗼𝗻𝗼𝗺𝗶 𝗱𝗲𝘀𝗮”. Melalui unit usaha kios pangan, BUMDes membeli hasil produksi masyarakat seperti ikan air tawar, sayuran, pepaya, hingga kerajinan tangan, lalu memasarkan kembali dengan harga wajar.

BUMDes juga bertindak sebagai pusat grosir sembako, sehingga warung-warung kecil bisa mengambil barang langsung dari kios, bukan dari luar desa. Dengan pola ini, uang masyarakat tidak cepat keluar, justru berputar di dalam desa, bahkan berpeluang mendatangkan keuntungan dari luar melalui pemasaran lintas desa.

“𝑇𝑒𝑟𝑖𝑚𝑎 𝑘𝑎𝑠𝑖ℎ 𝑘𝑒𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑠𝑒𝑚𝑢𝑎 𝑝𝑖ℎ𝑎𝑘, 𝑘ℎ𝑢𝑠𝑢𝑠𝑛𝑦𝑎 𝐵𝑢𝑝𝑎𝑡𝑖 𝑦𝑎𝑛𝑔 ℎ𝑎𝑑𝑖𝑟 𝑙𝑎𝑛𝑔𝑠𝑢𝑛𝑔, 𝑗𝑎𝑗𝑎𝑟𝑎𝑛 𝑑𝑖𝑛𝑎𝑠 𝑡𝑒𝑟𝑘𝑎𝑖𝑡, 𝑘𝑒𝑝𝑎𝑙𝑎 𝑑𝑒𝑠𝑎, 𝐵𝑃𝐷, 𝑡𝑜𝑘𝑜ℎ 𝑎𝑔𝑎𝑚𝑎, 𝑡𝑜𝑘𝑜ℎ 𝑚𝑎𝑠𝑦𝑎𝑟𝑎𝑘𝑎𝑡, 𝑑𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑛𝑔𝑎𝑤𝑎𝑠 𝐵𝑈𝑀𝐷𝑒𝑠. 𝐷𝑢𝑘𝑢𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑚𝑒𝑟𝑒𝑘𝑎 𝑚𝑒𝑚𝑏𝑢𝑎𝑡 𝑘𝑖𝑜𝑠 𝑖𝑛𝑖 𝑏𝑖𝑠𝑎 ℎ𝑎𝑑𝑖𝑟 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑚𝑎𝑠𝑦𝑎𝑟𝑎𝑘𝑎𝑡,” 𝑢𝑗𝑎𝑟 𝐿𝑒𝑜𝑛𝑎𝑟𝑑.

Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, desa, mitra distribusi, serta masyarakat, Kios Pangan Sipatuo Osango diharapkan menjadi contoh desa yang mandiri, sekaligus menopang ketahanan pangan di Kabupaten Mamasa.(*/𝑳𝒆𝒐) 
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • 𝗗𝗶𝗿𝗲𝘀𝗺𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶 𝗠𝗮𝗺𝗮𝘀𝗮, 𝗗𝗲𝘀𝗮 𝗢𝘀𝗮𝗻𝗴𝗼 𝗛𝗮𝗱𝗶𝗿𝗸𝗮𝗻 𝗞𝗶𝗼𝘀 𝗣𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗠𝘂𝗿𝗮𝗵 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗪𝗮𝗿𝗴𝗮

Terkini

Iklan