Berita56,Toraja- Sejumlah warga menilai tahapan penting proses pembuatan beton dan material yang digunakan kontraktor di area Bandara Baru Toraja di duga tidak memenuhi standar.
Material yang terdiri agregat kasar yang terdiri dari kerikil yang digunakan , bukan seperti biasanya, batu split/pecah berukuran 2-3.
Pada tumpukan agregat krikil terselip komponen pecahan beton yang sudah mengeras.
Mekanisme proses beton yang dilakukan kontraktor secara langsung di mobil readymix. Padahal beton yang akan digunakan untuk pekerjaan pembetonan di area Landasan Pacu Bandara Baru Toraja.
Terkait hal tersebut, Kepala Unit Pengelola Bandar Udara (UPBU) Toraja Rasidin, angkat bicara soal material dan mekanisme pekerjaan beton yang dilakukan pihak kontraktor di area Bandara Baru Toraja.
"Mengenai pekerjaan beton langsung diproses di mobil ready mix ini boleh sepanjang memenuhi spek akhirnya yaitu mutu beton K.250." kata Rasidin dalam keterangan tertulis diterima Berita56.Com
di Toraja ,Selasa pagi.
Saya, sudah sampaikan ke pihak kontraktor jika nanti hasil uji beton tidak mencapai K.250 maka saya akan bongkar, tegas Rasidin dalam keterangan tertulisnya.
Perlu saya tambahkan bahwa fungsi dari beton ini ada sebagai pelindung aspal dari genangan air pada sisi runway .
"Walaupun ia berada diluar run way tetapi spek tetap wajib dipenuhi baik volume maupun kekuatan beton ke K.250," kata Rasidin menjelaskan.(TB)



