Berita56,Toraja - Ketua Komisi II DPRD Tana Toraja,Samuel Tandirerung, menyayangkan pengunduran diri dr. Syafari Daniel Mangopo dari, jabatan Direktur RSUD Lakipadada,Tana Toraja.
“ Keputusan dr Syafari mundur adalah haknya,tapi menurut saya,sikap tersebut sangat saya sayangkan," tegas Samuel Tandirerung, Jumat (12/3/2021) pagi.
Samuel menyesalkan pengunduran diri tersebut. dr Syafari ditunjuk menjadi direktur RSUD Lakipadada, pada tahun 2017 lalu.
Sebagai mitra kerja Komisi II DPRD Tana Toraja,kami melihat banyak terobosan yang dilakukan, dr Syafari, dalam mengelola RSUD Lakipadada, secara fisik maupun dari sisi sumber daya manusianya , ungkap Samuel.
Akhir-akhir ini dr. Syafari, begitu bersemangat berkomunikasi dengan kami di Komisi II. Beliau menyampaikan gagasan pembangunan RSUD Lakipadada yang sementara berjalan.
Tiba- tiba tersiar kabar yang menyatakan dr Syafari mundur dari jabatan direktur RSUD Lakipadada.Ada apa ? kata Samuel dengan nada heran.
Jika memang ada hal yang harus diselesaikan sebaiknya dibicarakan dulu dengan user, dalam hal ini Bupati Kabupaten Tana Toraja.
" Prestasi dr. Syafari dalam mengelola RSUD Lakipadada ,saya rasa bukan biasa saja, Bila kita liat dari sisi sosial pelayanan RSUD Lakipadada cukup baik," jelas Samuel.
Belum lagi dari sisi bisnis, Lakipadada berkontribusi cukup besar bagi pemerintah Tana Toraja, pendapatannya di tahun 2020, malah surplus .
" Pengelolaan baik,pendapatan surpplus. Tiba-tiba kok ada berita mundur," kata Samuel sambil geleng kepala. (TB)


