Berita56,Toraja- Pasca di keluarkannya surat Penghentian Sementara Kegiatan di Lingkungan Pasar dan Pedagang Kaki Lima di Kabupaten Tana Toraja ,dalam rangka peningkatan kewaspadaan dan penanganan penyebaran corona virus disease -19 (Covid-19), oleh Bupati Tana Toraja , pada tanggal 24 Maret 2020 lalu.
Kegiatan aktivitas jual beli di Pasar Makale serta aktivitas pedagang kaki lima dan pedagang keliling untuk menjajakan bahan dagangannya secara otomatis berhenti total.
Dampak dari surat penghentian kegiatan sementara di lingkungan pasar serta pedagang kaki lima dan pedagang keliling tersebut.
Perlahan tapi pasti dampak ekonominya baik itu daya beli maupun ketersediaan bahan pokok sehari-sehari, mulai terasa di masyarakat luas,
khususnya kepada masyarakat yang berpenghasilan harian.
Untuk mengantisipasi dampak ekonomi tersebut semangkin meluas. ,mulai Senin (30 /3/ 2020) sampai hari, Selasa (31/3/2020) Dinas Perdagangan dan Perindustrian ( Disperdarin) Kabupaten Tana Toraja langsung turun kelapangan untuk melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok dan memantau stok ketersediaan,khususnya beras dan kebutuhan pokok lain nya.
Pantauan ketersediaan dan harga bahan pokok khususnya sembako, dilakukan pihak
Disperdarin langsung ke pihak distributor dan pedagang kebutuhan bahan pokok yang ada di wilayah kabupaten tana toraja,hal ini dimaksudkan untuk melihat ketersediaan stok bahan pokok yang mereka punyai,serta sebesar apa dampak virus corona terhadap harga bahan pokok tersebut.
Disperdarin langsung ke pihak distributor dan pedagang kebutuhan bahan pokok yang ada di wilayah kabupaten tana toraja,hal ini dimaksudkan untuk melihat ketersediaan stok bahan pokok yang mereka punyai,serta sebesar apa dampak virus corona terhadap harga bahan pokok tersebut.
Hasil dari pantauan Disperdarin yang turun langsung ke lapangan sejak hari Selasa (30/3/2020) hingga hari , Rabu (31/3/2020) tadi,pihaknya menemukan beberapa hal.
"Persoalannya adalah daya beli masyarakat masih rendah ,tidak seperti biasanya itu di karenakan kondisi dimana banyak orang bertahan dirumah,kalau stok kebutuhan bahan pokok aman,harga juga terkendali,"ungkap kadis disperdarin Verry Bitticaca,via whatapp.
"Persoalannya adalah daya beli masyarakat masih rendah ,tidak seperti biasanya itu di karenakan kondisi dimana banyak orang bertahan dirumah,kalau stok kebutuhan bahan pokok aman,harga juga terkendali,"ungkap kadis disperdarin Verry Bitticaca,via whatapp.
Sementara itu menyikapin kendala yang dihadapain para pedagang sayur ,yang biasa beraktivitas di pasar makale ,serta pedagang keliling dan pedagang kaki lima yang terdampak surat penghentian sementara kegiatan di lingkungan pasar dan pedagang kaki lima di kabupaten tana toraja ,dalam rangka peningkatan kewaspadaan dan penanganan penyebaran corona virus disease -19 (Covid-19).
"Solusinya kita sampaikan kepada para pedagang ,kita ajak untuk berjualan dengan memanfaatkan alat komunikasi atau via online ,kerja sama dengan para pengojek ,untuk melakukan pengantaran kepada pembeli," kita hanya bisa menghimbau agar para pedagang kreatif,dengan keadaan sekarang ini,kata Verry
"Besok kami turun menghimbau ,disampaikan ke para pedagang untuk menjual secara online kerjasama dengan tukang ojek,"ungkapnya.(TB)


