Berita56, Toraja,- Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Tana Toraja melalui Badan anggaran
(banggar), mengusulkan pendapatan asli daerah (PAD) dikelolah dengan system satu
pintu.
Ketua Banggar DPRD Tana Toraja, Welem Sambolangi mengatakan, selama ini realisasi PAD belum maksimal karena pengendalian dan pengawasan atas objek-objek PAD masih dikelola organisasi perangkat daerah (OPD) teknis.
Oleh karena itu, banggar merekomendasikan agar pemkab Tana Toraja melakukan evaluasi dan penataan pengelolaan sumber-sumber PAD. Termasuk pengawasan dan pengendalian PAD dikelolah menggunakan sistem satu pintu yang dikoordinir oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda)
Ketua Banggar DPRD Tana Toraja, Welem Sambolangi mengatakan, selama ini realisasi PAD belum maksimal karena pengendalian dan pengawasan atas objek-objek PAD masih dikelola organisasi perangkat daerah (OPD) teknis.
Oleh karena itu, banggar merekomendasikan agar pemkab Tana Toraja melakukan evaluasi dan penataan pengelolaan sumber-sumber PAD. Termasuk pengawasan dan pengendalian PAD dikelolah menggunakan sistem satu pintu yang dikoordinir oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda)
"Banggar meyakini, pengawasan dan
pengelolaan PAD sistem satu pintu dapat mendorong peningkatan PAD dibanding
jika dikelolah oleh masing-masing OPD teknis," ujarnya.
Begitu juga dengan, upaya peningkatan PAD harus dibarengi dengan penambahan sarana dan prasarana yang memadai. Serta didukung dengan peningkatan sumber daya manusia (SDM) aparatur pemerintah yang mengelolah PAD.
"Penambahan sarana dan prasarana di objek-objek PAD sangat mendukunh peningkatan pendapatan daerah," ujar Welem yang juga Ketua DPRD Tana Toraja. (Toto)
Begitu juga dengan, upaya peningkatan PAD harus dibarengi dengan penambahan sarana dan prasarana yang memadai. Serta didukung dengan peningkatan sumber daya manusia (SDM) aparatur pemerintah yang mengelolah PAD.
"Penambahan sarana dan prasarana di objek-objek PAD sangat mendukunh peningkatan pendapatan daerah," ujar Welem yang juga Ketua DPRD Tana Toraja. (Toto)


