Iklan

Cendekiawan Toraja Bersatu Dorong Pembentukan Provinsi Luwu-Toraja demi Pemerataan Infrastruktur

Editor-Berita56
Minggu, 15 Maret 2026, 20:43 WIB Last Updated 2026-03-15T12:58:28Z

Berita56Makassar----Kelompok intelektual dan tokoh masyarakat yang tergabung dalam Diaspora Toraja Makassar menggelar Forum Group Discussion (FGD) strategis di Aula Gedung PGIW Sulselbar, Sabtu (14/3/2026).
Diskusi ini secara khusus membahas langkah percepatan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Luwu-Toraja. 

Acara yang difasilitasi oleh Ir. Simon Batong ini menghadirkan berbagai elemen penting, mulai dari akademisi, organisasi intelektual keagamaan seperti PIKI dan ISKA Sulsel, hingga pimpinan organisasi kepemudaan.

Dalam pemaparannya, forum mengungkapkan bahwa masuknya wilayah Tana Toraja dan Toraja Utara ke dalam rencana DOB Provinsi Luwu-Toraja bukan sekadar wacana politik, melainkan kebutuhan administratif yang mendesak.

Sinergi antara kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) dan potensi budaya kedua wilayah ini dinilai saling melengkapi untuk membangun kemandirian provinsi baru. 


Ketua Tim DOB Luwu-Toraja, Pdt. Musa Salusu, bersama para akademisi menyatakan bahwa poin-poin persyaratan pembentukan DOB secara teknis telah terpenuhi. Fokus utama kini beralih pada pengawalan kebijakan di tingkat pusat. 

Menjawab Ketertinggalan Wilayah Terisolasi
Isu infrastruktur menjadi sorotan utama dalam diskusi yang dipandu oleh moderator Dr. (Cand) Yoel Bello, SH., MH. Forum menyoroti kondisi memprihatinkan di wilayah-wilayah perbatasan yang selama puluhan tahun seolah "terlupakan" oleh anggaran pembangunan Provinsi Sulawesi Selatan.

"Area perbatasan seperti Seko, Rampi, Bastem, dan Simbuang masih mengalami ketertinggalan akses jalan yang sangat buruk. Wilayah-wilayah ini tersisih karena keterbatasan jangkauan anggaran provinsi saat ini," ujar Yoel Bello dalam sesi diskusi tersebut.

FGD ini menghasilkan kesepakatan untuk segera merumuskan langkah-langkah strategis dengan semangat "Berjuang Bersama". 

Para tokoh yang hadir, termasuk Ketua Kombongan Sangtorayan Makassar Litha Brent, Ketua GAMKI Sulsel Albert Palangda, serta Sekretaris PMTI Sulsel, sepakat bahwa pembentukan provinsi baru adalah satu-satunya jalan untuk menghadirkan pembangunan yang masif dan merata bagi masyarakat di pelosok.

Harapannya, kehadiran Provinsi Luwu-Toraja nantinya dapat memangkas rentang kendali birokrasi, sehingga pelayanan publik dan distribusi anggaran pembangunan dapat menyentuh masyarakat yang selama ini berada di wilayah terisolasi.("/Y) 


Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Cendekiawan Toraja Bersatu Dorong Pembentukan Provinsi Luwu-Toraja demi Pemerataan Infrastruktur

Terkini

Iklan