Berita56, Toraja- DPRD kabupaten
Tana Toraja, mulai membahas rancangan kebijakan umum anggaran dan prioritas
plafon anggaran sementara (KUA-PPAS) anggaran pendapatan belanja daerah
perubahan (APBD-P) 2019.
Sayangnya, sejumlah Organisasi Perangat
Daerah (OPD) yang diundang hadiri rapat tidak hadir sehingga membuat anggota
dewan kecewa.
Badan anggaran (banggar) DPRD pun menolak melakukan pembahasan KUA-PPAS sejumlah organisasi perangkat daerah karena saat pembahasan pimpinan OPD yang bersangkutan tidak hadir.
“Sudah ada kesepakatan antara banggar DPRD dan OPD, jika saat pembahasan ada OPD yang pimpinannya tidak hadir, kami akan tunda bahas anggarannya," kata Ketua DPRD Tana Toraja, Welem Sambolangi saat memimpin rapat pembahasan KUA-PPAS di ruang banggar DPRD Tana Toraja.
Badan anggaran (banggar) DPRD pun menolak melakukan pembahasan KUA-PPAS sejumlah organisasi perangkat daerah karena saat pembahasan pimpinan OPD yang bersangkutan tidak hadir.
“Sudah ada kesepakatan antara banggar DPRD dan OPD, jika saat pembahasan ada OPD yang pimpinannya tidak hadir, kami akan tunda bahas anggarannya," kata Ketua DPRD Tana Toraja, Welem Sambolangi saat memimpin rapat pembahasan KUA-PPAS di ruang banggar DPRD Tana Toraja.
Welem mengatakan, pembahasan anggaran dalam
rapat banggar jika kepala OPD hanya diwakili staf atau pegawai OPD tersebut
tidak akan ada hasilnya. Staf OPD tersebut tidak bisa mengambil keputusan
dengan dalih harus laporkan dulu ke pimpinannya.
Belajar dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, program OPD yang sudah disepakati di banggar dan anggarannya sudah disetujui, namun dalam dokumen pelaksanaan anggaran (DPA), program tersebut tidak ada lagi.
Belajar dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, program OPD yang sudah disepakati di banggar dan anggarannya sudah disetujui, namun dalam dokumen pelaksanaan anggaran (DPA), program tersebut tidak ada lagi.
"Pengalaman sebelumnya, saat rapat
banggar yang dihadiri pimpinan OPD, sudah disepakati program dan anggarannya
disetujui. Tapi dalam DPA program itu hilang. Apalagi, jika rapat banggar hanya
dihadiri staf OPD, pasti itu akan terulang," jelas Welem. (Toto)


