Berita56,Tana Toraja— Pemandangan megah pegunungan yang biasa memagari Kota Makale kini hilang tertutup gumpalan asap putih pekat. Dalam beberapa pekan terakhir, kabut akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti kawasan ikonik Tana Toraja, mulai dari Plaza Kolam Makale hingga Monumen Patung Lakipadada.
Penurunan kualitas udara mulai terasa dampaknya bagi kesehatan warga. Sejumlah masyarakat mengeluhkan mata perih dan sesak napas ringan saat berada di luar rumah.
Mengantisipasi hal tersebut, Dinas Kesehatan Tana Toraja meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Bersama BMKG, otoritas setempat mengimbau warga mengurangi kegiatan di luar ruangan serta mengenakan masker medis atau N95.
Tak hanya mengancam kesehatan, kabut asap juga memukul sektor transportasi udara. Jarak pandang di Bandara Toraja, Buntu Kuni, merosot hingga tersisa 3 kilometer, yang berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan.
Hingga kini, tim pemadam kebakaran bersama aparat gabungan dan warga terus berjibaku menembus medan pegunungan serta perkebunan yang sulit dijangkau demi memadamkan titik api.
Warga berharap penanganan karhutla dapat segera tuntas agar langit Toraja kembali bersih dan aktivitas berjalan normal. (*/tb)


