Iklan

Proyek Rp241,3 M Belum Selesai, Aktivitas Belajar Siswa Sekolah Rakyat Tana Toraja Kembali Tertunda

Editor-Berita56
Selasa, 01 September 2026, 16:53 WIB Last Updated 2026-09-01T08:53:55Z


Berita56,Mengkendek -- Pembangunan gedung Sekolah Rakyat di Kabupaten Tana Toraja yang menelan anggaran APBN 2025/2026 sebesar Rp241,3 miliar belum juga selesai hingga akhir Agustus 2026. 

Padahal, proyek yang dikerjakan oleh kontraktor Waskita–FYP Karya Perdana ini telah melewati tenggat waktu kontrak 180 hari kalender sejak dimulai pada 17 November 2025.

Berdasarkan pantauan Redaksi media ini di lokasi proyek, Jalan Masuk Bandara Toraja, Buntu Mapongka, Lembang Marinding, Kecamatan Mengkendek, Senin (31/8/2026) sore, pengerjaan fisik masih terus berlangsung. 

Para pekerja terlihat mengejar penyelesaian beberapa area vital, seperti pintu gerbang, pagar, beberapa unit gedung, hingga penataan halaman.

Selain bangunan yang belum rampung, kondisi area sekolah masih berdebu akibat lalu lalanpg kendaraan berat dan proses konstruksi fisik, sehingga dinilai belum layak untuk menunjang aktivitas belajar mengajar.

Pihak kontraktor pelaksana maupun konsultan pengawas dari PT Agrinas Pangan Nusantara–PT Antariksa Globalindo KSO enggan memberikan keterangan teknis mengenai progres dan target penyelesaian proyek. Konfirmasi justru diwakilkan kepada juru bicara eksternal, Sismay Eliata Tulungallo (Pong Era).

“Kalau detailnya saya tidak bisa jelaskan, tetapi adek-adek bisa lihat sendiri bangunan sudah hampir selesai,” ujar Pong Era di lokasi.

Proses Belajar Mengajar Terpaksa Ditunda
Keterlambatan proyek ini berdampak langsung pada 180 siswa baru Sekolah Rakyat Tana Toraja tahun ajaran 2026/2027. 

Meskipun telah mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sejak 31 Juli 2026, para siswa terpaksa dirumahkan kembali sembari menunggu kepastian fasilitas asrama siap huni.

Kepala Sekolah Rakyat 1 Tana Toraja, Lestari Rante Allo, sebelumnya menyampaikan bahwa pembelajaran efektif semula dijadwalkan mulai 31 Agustus 2026. Namun, target tersebut gagal terealisasi karena fasilitas pendukung belum memadai.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tana Toraja, Adriana Saleng, belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi mengenai penundaan jadwal belajar mengajar tersebut.(*/tb) 
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Proyek Rp241,3 M Belum Selesai, Aktivitas Belajar Siswa Sekolah Rakyat Tana Toraja Kembali Tertunda

Terkini

Iklan