Iklan

Sebut Target Pembangkit Mangkrak, Re-LUN Desak Perubahan Manajemen PLN

Editor-Berita56
Sabtu, 13 Juni 2026, 15:05 WIB Last Updated 2026-06-13T07:56:56Z
Kornas Re-LUN. Yudhistira

Berita56,Jakarta – Koordinator Nasional Relawan Listrik Untuk Negeri (Kornas Re-LUN), Yudhistira, mendesak Presiden untu mengevaluasi kepemimpinan Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo. Re-LUN menilai PLN gagal mengantisipasi krisis energi yang memicu defisit daya hingga 1.500 MW di wilayah Jawa dan Bali belakangan ini.

Menurut Yudhistira, akar masalah berada pada minimnya pembangunan pembangkit baru dan kurangnya pemeliharaan infrastruktur selama periode 2021–2026. Berdasarkan data Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021–2030, realisasi penambahan kapasitas di Sistem Jawa-Bali jauh dari target.

Berikut data target dan realisasi kapasitas pembangkit listrik:

Tahun       Target         Realisasi     Capaian
2021      2.850   MW     320 MW       11%
2022      3.120   MW     415 MW       13%
2023      3.480   MW     580 MW       17%
2024      3.750   MW     720 MW       19%
2025      4.010   MW     890 MW       22%
TOTAL 17.210  MW  2.925 MW      (17℅) 

"Dari target 17.210 MW, realisasi hanya 2.925 MW atau 17 persen yang terwujud. Lebih dari 14.000 MW proyek tertunda, sehingga cadangan daya menipis drastis," ujar Yudhistira di Jakarta, Jumat (12/6/2026).

Selain itu, Re-LUN menyoroti program Energi Baru Terbarukan (EBT) 2021–2025 yang baru terealisasi 810 MW dari target 7.800 MW (di bawah 11 persen). Manajemen PLN dikritik lebih fokus pada pencitraan di forum internasional ketimbang eksekusi fisik di lapangan.

Yudhistira juga menyebut adanya keresahan terkait isu tata kelola internal, termasuk rumor potongan 3 persen pada proyek vendor demi mempercepat tanda tangan kontrak.

"Krisis ini bukti lemahnya eksekusi kelistrikan nasional. Ke depan, PLN harus dipimpin oleh sosok yang fokus pada kerja teknis dan pemenuhan hak listrik rakyat, bukan sekadar retorika," pungkasnya. (*/TB)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Sebut Target Pembangkit Mangkrak, Re-LUN Desak Perubahan Manajemen PLN

Terkini

Iklan