Iklan

𝗣𝗲𝗺𝗱𝗮 𝗠𝗮𝗺𝗮𝘀𝗮 𝗚𝗮𝗻𝗱𝗲𝗻𝗴 𝗣𝗼𝗹𝘁𝗲𝗸𝗽𝗮𝗿 𝗠𝗮𝗸𝗮𝘀𝘀𝗮𝗿 𝗦𝘂𝘀𝘂𝗻 𝗥𝗜𝗣𝗢𝗪 𝗧𝗶𝗴𝗮 𝗞𝗮𝘄𝗮𝘀𝗮𝗻 𝗪𝗶𝘀𝗮𝘁𝗮

Editor-Berita56
Senin, 15 Desember 2025, 14:44 WIB Last Updated 2025-12-15T06:44:34Z


Berita56,Mamasa— Pemerintah Kabupaten Mamasa melalui Dinas Pariwisata menggandeng Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar dalam penyusunan Rencana Induk Pembangunan Objek Wisata (RIPOW) untuk tiga kawasan strategis pariwisata di Mamasa.

Hasil kerja tim penyusun RIPOW tersebut dipaparkan dalam Seminar Laporan Akhir Penyusunan RIPOW yang digelar di Aula Edelweis, Desa Wisata Tondok Bakaru, Kecamatan Mamasa, Senin (15.12.2025).

Seminar memuat laporan akhir RIPOW untuk tiga kawasan, yakni Desa Wisata Tondok Bakaru di Kecamatan Mamasa, Daya Tarik Wisata Buntu Kepa’ di Desa Taupe, Kecamatan Mamasa, serta Daya Tarik Wisata Air Terjun Sarambu Liawan di Desa Tadisi, Kecamatan Mamasa. 

Paparan disampaikan oleh Ketua Tim Penyusun RIPOW dari Poltekpar Makassar, Muhammad Arfin Muhammad Salim.

Penyusunan dokumen RIPOW ini merupakan bagian dari kerja sama resmi antara Pemerintah Kabupaten Mamasa dan Poltekpar Makassar melalui Dinas Pariwisata. 

Dokumen tersebut disusun sebagai turunan teknis dari Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten (RIPARKAB) Mamasa yang telah disusun pada 2022.

Kegiatan seminar dibuka oleh Bupati Mamasa yang diwakili Asisten II Sekretariat Daerah, Resin Pualillin. Dalam sambutannya, Resin menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang dilakukan Poltekpar Makassar dalam mendukung pengembangan pariwisata Mamasa secara terencana dan berkelanjutan.

“𝐷𝑜𝑘𝑢𝑚𝑒𝑛 𝑅𝐼𝑃𝑂𝑊 𝑖𝑛𝑖 𝑠𝑎𝑛𝑔𝑎𝑡 𝑝𝑒𝑛𝑡𝑖𝑛𝑔 𝑠𝑒𝑏𝑎𝑔𝑎𝑖 𝑝𝑖𝑗𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑡𝑒𝑘𝑛𝑖𝑠 𝑝𝑒𝑛𝑔𝑒𝑚𝑏𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑑𝑒𝑠𝑡𝑖𝑛𝑎𝑠𝑖 𝑤𝑖𝑠𝑎𝑡𝑎 𝑢𝑛𝑔𝑔𝑢𝑙𝑎𝑛 𝑀𝑎𝑚𝑎𝑠𝑎. 𝐷𝑒𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑎𝑑𝑎𝑛𝑦𝑎 𝑑𝑜𝑘𝑢𝑚𝑒𝑛 𝑖𝑛𝑖, 𝑝𝑒𝑚𝑏𝑎𝑛𝑔𝑢𝑛𝑎𝑛 𝑝𝑎𝑟𝑖𝑤𝑖𝑠𝑎𝑡𝑎 𝑑𝑖ℎ𝑎𝑟𝑎𝑝𝑘𝑎𝑛 𝑡𝑖𝑑𝑎𝑘 𝑏𝑒𝑟𝑗𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑠𝑝𝑜𝑟𝑎𝑑𝑖𝑠, 𝑡𝑒𝑡𝑎𝑝𝑖 𝑡𝑒𝑟𝑎𝑟𝑎ℎ 𝑑𝑎𝑛 𝑏𝑒𝑟𝑘𝑒𝑙𝑎𝑛𝑗𝑢𝑡𝑎𝑛,” 𝑢𝑗𝑎𝑟 𝑅𝑒𝑠𝑖𝑛.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Mamasa, Eva Yuslianti Yusuf, mengatakan RIPOW akan menjadi dokumen strategis yang digunakan pemerintah daerah dalam pengembangan destinasi wisata di tingkat desa.

“𝑅𝐼𝑃𝑂𝑊 𝑚𝑒𝑛𝑗𝑎𝑑𝑖 𝑝𝑒𝑑𝑜𝑚𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑛𝑔𝑒𝑙𝑜𝑙𝑎𝑎𝑛 𝑑𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑛𝑔𝑒𝑚𝑏𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑑𝑒𝑠𝑡𝑖𝑛𝑎𝑠𝑖, 𝑚𝑢𝑙𝑎𝑖 𝑑𝑎𝑟𝑖 𝑝𝑒𝑛𝑎𝑡𝑎𝑎𝑛 𝑘𝑎𝑤𝑎𝑠𝑎𝑛, 𝑝𝑒𝑛𝑔𝑢𝑎𝑡𝑎𝑛 𝑑𝑎𝑦𝑎 𝑡𝑎𝑟𝑖𝑘 𝑤𝑖𝑠𝑎𝑡𝑎, ℎ𝑖𝑛𝑔𝑔𝑎 𝑝𝑒𝑛𝑔𝑒𝑚𝑏𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑠𝑎𝑟𝑎𝑛𝑎 𝑝𝑒𝑛𝑑𝑢𝑘𝑢𝑛𝑔 𝑑𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑚𝑏𝑒𝑟𝑑𝑎𝑦𝑎𝑎𝑛 𝑚𝑎𝑠𝑦𝑎𝑟𝑎𝑘𝑎𝑡 𝑙𝑜𝑘𝑎𝑙,” 𝑘𝑎𝑡𝑎 𝐸𝑣𝑎.

Ketua Tim Penyusun RIPOW menjelaskan, Poltekpar Makassar sebagai lembaga pendidikan di bawah Kementerian Pariwisata memiliki mandat untuk melakukan pendampingan pengembangan pariwisata, khususnya di wilayah Indonesia bagian timur. 

Kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Mamasa telah dituangkan dalam nota kesepahaman, yang salah satu implementasinya adalah penyusunan RIPARKAB pada 2022 dan dilanjutkan dengan penyusunan RIPOW pada 2025.

“𝑅𝐼𝑃𝑂𝑊 𝑖𝑛𝑖 𝑑𝑖𝑓𝑜𝑘𝑢𝑠𝑘𝑎𝑛 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑝𝑒𝑛𝑔𝑒𝑚𝑏𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛 𝐷𝑒𝑠𝑎 𝑊𝑖𝑠𝑎𝑡𝑎 𝑇𝑜𝑛𝑑𝑜𝑘 𝐵𝑎𝑘𝑎𝑟𝑢, 𝐵𝑢𝑛𝑡𝑢 𝐾𝑒𝑝𝑎’, 𝑑𝑎𝑛 𝑂𝑏𝑗𝑒𝑘 𝑊𝑖𝑠𝑎𝑡𝑎 𝑆𝑎𝑟𝑎𝑚𝑏𝑢 𝐿𝑖𝑎𝑤𝑎𝑛 𝑠𝑒𝑏𝑎𝑔𝑎𝑖 𝑘𝑎𝑤𝑎𝑠𝑎𝑛 𝑝𝑟𝑖𝑜𝑟𝑖𝑡𝑎𝑠,” 𝑢𝑗𝑎𝑟𝑛𝑦𝑎.

Secara substansi, dokumen RIPOW berfungsi sebagai panduan komprehensif dalam perencanaan, pengelolaan, dan pengendalian pembangunan objek wisata agar berjalan terpadu dan berkelanjutan. 

Dokumen tersebut mencakup arahan pembangunan kawasan, keterpaduan lintas sektor, pengembangan sarana dan prasarana, pengelolaan sumber daya alam dan budaya, hingga rencana investasi serta penguatan sumber daya manusia pariwisata.

Dengan adanya RIPOW, Pemerintah Kabupaten Mamasa diharapkan memiliki dasar kebijakan yang kuat dalam menarik investasi pariwisata, meningkatkan kualitas destinasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Seminar laporan akhir ini turut dihadiri perwakilan perangkat daerah terkait, unsur kecamatan dan desa, pelaku pariwisata, serta pemangku kepentingan lainnya yang terlibat dalam pengembangan sektor pariwisata Kabupaten Mamasa.(*/𝑳𝒆𝒐)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • 𝗣𝗲𝗺𝗱𝗮 𝗠𝗮𝗺𝗮𝘀𝗮 𝗚𝗮𝗻𝗱𝗲𝗻𝗴 𝗣𝗼𝗹𝘁𝗲𝗸𝗽𝗮𝗿 𝗠𝗮𝗸𝗮𝘀𝘀𝗮𝗿 𝗦𝘂𝘀𝘂𝗻 𝗥𝗜𝗣𝗢𝗪 𝗧𝗶𝗴𝗮 𝗞𝗮𝘄𝗮𝘀𝗮𝗻 𝗪𝗶𝘀𝗮𝘁𝗮

Terkini

Iklan