Iklan

DPRD Mediasi Kasus Covid Almarhum Simon, RS Fatima dan RSUD Lakipadada Minta Maaf

Editor-Berita56
Senin, 16 Agustus 2021, 23:50 WIB Last Updated 2021-08-17T03:48:10Z
Mediasi DPRD Tana Toraja bersama Satgas Covid-19 kab Tana Toraja serta Direktur RS Fatima Makale menemui keluarga almarhum Simon di kediamannya di Kampung Baru Makale (dok Dika)

Berita56,Toraja - Polemik kasus meninggal dunia yang diduga di covidkan di RS Fatima Makale yang viral belakangan ini, akhirnya mendapatkan titik terang.

Diketahui, kematian almarhum sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu.

Ketika itu keluarga almarhum melampiaskan rasa  kecewanya  lewat media sosial, dan menjadi perhatian warga masyarakat Toraja  karena tidak menerima almarhum Simon  dinyatakan positif Covid-19.

Kekecewaan keluarga almarhum atas peristiwa tersebut sempat di beritakan beberapa media online di Toraja dan Sulawesi Selatan.

Keluarga pasien meninggal keberatan atas dilakukannya penguburan dengan SOP Covid-19 terhadap keluarganya, sementara hasil tes Swab PCR yang kemudian keluar hasilnya negatif.

Atas inisiatif dan mediasi yang dilakukan pimpinan DPRD, akhirnya polemik tesebut membuahkan hasil yang melegakan bagi keluarga,rumah sakit dan Satgas Covid,-19 kabupaten Tana Toraja.

Rapat kilat di sekertariat satgas covid -19 Tana Toraja dipimpin Ketua Harian Satgas (dok.dika)

Sebelum menemui keluarga almarhum, pada siang hari  Senin 16 Agustus 2021, rombongan DPRD Tana Toraja  yang dipimpin Ketua DPRD Welem Sambolangi  bersama Wakil Ketua Evivana Datu Rombe dan Yohanis Lintin Paembongan serta anggota DPRD Kristian HP Lambe dan Randan P Sampetoding , mendatangi RS Fatima untuk meminta penjelasan  perihal apa yang terjadi. 

Setelah menerima penjelasan dari manajemen RS Fatima Makale. Rombongan DPRD Tana Toraja kemudian bergegas ke sekertariat Satgas  Covid-19 Tana Toraja di Jl. Ampera , Tondon Mamullu,Makale menginisiasi serta menghubungi semua pihak terkait,  mengadakan rapat kilat untuk mencari solusi penyelesaian atas polemik tersebut.

Pertemuan di sekertariat Satgas  tersebut dipimpin oleh Ketua Harian Satgas Covid-19 Samuel Tande Bura yang juga Sekda Tana Toraja , dan dihadiri Kepala Dinas Kesehatan dr. Ria Minolta Tanggo, Direktur RS Fatima dr.Vicky Henoch Kandou, Anggota serta Pimpinan DPRD Tator.

Turut hadir pada pertemuan di sekertariat Satgas Covid-19 , Kasat Intelkam Polres Tator AKP Abdul Rahman S.Sos, Direktur RSUD Lakipadada, dr. Farma Lelepadang, serta kepala lab RS Lakipadada, dr. Benyamin, Camat Makale, dan Lurah Botang.

Pertemuan kilat yang di hadirin para pihak ini pun membuahkan hasil. Sore hari Senin 16 Agustus 20201 Satgas bersama Pimpinan dan anggota DPRD Tana Toraja, direktur RS Fatima Makale  didampingi  Kasat Intelkam Polres Tana Toraja Andul Rahman Baso  memutuskan untuk menemui keluarga  almarhum dan memberikan penjelasan serta menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga yang ditinggalkan  almarhum.

Dalam pertemuan yang berlangsung penuh kekeluargaan ini, pihak keluarga dengan lapang dada dan kebesaran hatinya menerima penjelasan Satgas Covid-19 kabupaten Tana Toraja, serta permohonan maaf dari pihak rumah sakit  Fatima  Makale dan RSUD Lakipadada.

Anggota DPRD Tana Toraja Kristian HP Lambe yang turut hadir di pertemuan mediasi itu membenarkan hal tersebut.

" Iya keluarga pada akhirnya menerima. Pihak RS Fatima minta maaf kepada keluarga," kata Kristian  saat dihubungi Berita56.com via Whattapps, Senin (16/8/2021) dinihari.

RSUD Lakipadada yang keluarkan hasil PCR juga minta maaf,pungkasnya. 



Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • DPRD Mediasi Kasus Covid Almarhum Simon, RS Fatima dan RSUD Lakipadada Minta Maaf

Terkini

Iklan