Berita 56,Toraja- Sikap arogan yang di pertontonkan ASN Dinas Pariwisata ET (35) saat di konfirmasi awak media terkait polemik pembangunan Toilet di Kawasan Objek Wisata (OWIS) Religi Burake, di kantor dinas pariwisata Tana Toraja,jadi Sorotan sejumlah awak media.
Pria bertubuh kurus dan kecil ini, mengacungkan jarinya menunjuk - nunjuk jurnalis saat hendak mengkonfirmasi kasus toilet Burake yang sementara bergulir di Polres Tana Toraja, di kantor dinas pariwisata Tana Toraja,Senin( 26/10/2020).
Beruntung, sejumlah awak media tidak terpancing dengan sikap ET’. Malahan awak media menertawakan sikap ET’ karena dinilai sedang memperlihatkan kebodohannya.
Rasa penasaran, jurnalis mencecar pertanyaan. Barulah ET’ mengaku jika dirinya sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) penataan kawasan OWIS yang item pekerjaan adalah pembangunan toilet .
Ironisnya, ET’ selaku PPTK proyek toilet Burake, tak menguasai secara detail. Nilai anggaran toilet pun tak kuasai.
“Saya kurang tau persis. Yang jelas 1 toilet anggarannya lebih Rp 300 juta”.Ujarnya.
Sebelum meninggalkan kantor dinas pariwisata, Salah satu jurnalis menjelaskan maksud dan tujuan jurnalis tertarik menggali informasi soal toilet Burake.
“Dengar ya, kenapa media tertarik mengejar informasi itu karena sejak 2016 toilet Burake selalu menjadi Polemik di sejumlah kalangan publik hingga sekarang. Mana lagi toiletnnya digembok kayak sel tahanan, anggarannya antara percaya dan tidak”. ucap salah seorang awak media.
Kesan arogan,angkuh seorang ASN yang bekerja untuk melayanin Publik.Apalagi kepada jurnalis yang sedang menjalankan tugas jurnalistik sangatlah jauh dari kepantasan.
Hal ini harus jadi catatan pembina kepegawaian di Kabupaten Tana Toraja,tegas awak media yang hadir menyaksikan kejadian tersebut.(TB)


