Foto: Bukit batu yang longsor dan sisa- sisa aktivitas alat berat
Berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan Berita56.com di lokasi runtuhnya Tebing Bukit Batu tersebut,ditemukan sisa- sisa aktivitas alat berat yang meratakan bagian kaki Bukit Batu.
Apakah aktivitas alat berat bisa menjadi salah satu penyebab rusaknya lingkungan yang mengakibatkan runtuhnya Tebing Bukit Batu. Berita56.com mengkonfirmasi perihal tersebut kepada mantan Rektor UKI Toraja 2 priode,
Prof. Dr. Daud Malamassam, M.Arg.
"Saya baru lihat fotonya, kayaknya, ada pengerukan di bagian bawah, ya ? Maaf, adakah aktivitas di sekitar Bukit Batu itu, termasuk berkebun pada lereng maupun bagian atas Bukit, pada radius beberapa puluh meter, dari Bukit ."ucap Prof Daud Malamassan,via Whatapps.
"Ya, mungkin getaran dari alat berat itu yang menyebabkan terjadinya peregangan pada bagian tertentu dari Bukit Batu tersebut."
Menurut saya warga masyarakat yang berada di kaki bukit itu, sebaiknya bahkan seharusnya pindah, paling tidak sampai ada kepastian bahwa Bukit itu tidak akan longsor lagi.
Sejalan dengan itu, semua aktifitas yang potensil menyebabkan terganggungu nya stabilitas Bukit itu harus dihentikan, ungkapnya.
"Peregangan batu yang terjadi akibat getaran bisa lebih meningkat jika dimasuki air hujan, terlebih jika hujannya cukup lebat dan dalam waktu lama."
Ya, saya kira solusi jangka pendeknya adalah penduduk sekitar harus diungsikan sambil memikirkan cara penanganan yang lebih optimal,tutup Prof Daud Malamassam.
Untuk penanganan longsor Tebing Bukit Batu di Se'pon, Pemerintah Tana Toraja telah melakukan upaya preventif bagi keselamatan warga sekitar yang terdampak.
"Kami telah diperintahkan Bupati untuk meninjau dan membuat kajian untuk penanganannya. Dinas PRKP menititik beratkan penanganan bidang pemukimannya." ucap Kadis PUPR Yanti Mapaliey via Whatapps.
Yang utama selamatkan jiwa warga terdampak. Pada hari Jumat (30/5/2020) kemarin,kami meninjau lokasi dengan Pak Wakil Ketua DPRD Yohanis Lintin Paembongan,Ibu Wakil Ketua Evivana Rombe Datu,Kadis PRKP Daud Balalembang serta Camat Makale, ungkap Yanti.
Secara terpisah,Berita56.com mendapatkan informasi dari sumber yang enggan disebut namanya. Dia mengatakan. "Sudah ada teguran untuk tidak meng exploitasi batuan di sekitar Tebing Bukit Batu tersebut dengan mepergunakan alat berat ,tapi teguran tersebut tidak di indahkan."
Tugas instansi terkait untuk mencari penyebab runtuhnya Tebing Bukit Batu tersebut,apabila ada unsur kelalaian manusia,harus dikenakan UU Pengrusakan Lingkungan Hidup,harus ada efek jera bagi yang merusak
lingkungan,ujarnya. (TB)


