Berita56, Toraja- Rapat paripurna
dalam rangka pembentukan sekaligus pengesahan alat kelengkapan dewan (AKD) DPRD
Kabupaten Tana Toraja diwarnai hujan interupsi sejumlah anggota dewan.
Sejumlah anggota dewan mengusulan agar AKD segera dibentu dalam rapat paripurna sementara Pimpinan Dewan meminta pengesahan AKD ditunda.
Sejumlah anggota dewan mengusulan agar AKD segera dibentu dalam rapat paripurna sementara Pimpinan Dewan meminta pengesahan AKD ditunda.
"Pimpinan mengusulkan rapat pembentukan
dan pengesahan AKD ditunda untuk pemerataan keterwakilan seluruh anggota fraksi
dalam struktur AKD, terutama badan anggaran dan badan musyawarah," ujar
Ketua DPRD Tana Toraja, Welem Sambolangi.
Usulan pimpinan kemudian mendapat tanggapan
dari anggota fraksi Golkar, Nicodemus Mangera yang meminta rapat paripurna
tetap dilanjutkan untuk pembentukan dan pengesahan AKD. Pasalnya, kinerja DPRD
tidak akan maksimal untuk masyarakat dan konstituen tanpa AKD.
Meski
berjalan alot dan diwarnai hujan interupsi, pimpinan rapat paripurna akhirnya
melanjutkan rapat paripurna. Setelah melalui musyawarah dan mufakat dan
pertimbangan jumlah anggota tiap-tiap fraksi, AKD pun ditetapkan dan disahkan
dalam rapat paripurna itu.
Pimpinan Badan Anggaran dan Badan Musyawarah melekat di unsur pimpinan, Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah, Kristian HP Lambe (fraksi Demokrat), Ketua Badan Kehormatan, Andareas Tadan (fraksi Hanura), Ketua Komisi I, Stefanus Maluangan (fraksi PDI Perjuangan), Ketua Komisi II, Semuel P Tandirerung (fraksi Nasdem) dan Ketua Komisi III, Nicodemus Mangera (fraksi Golkar). (Toto)
Pimpinan Badan Anggaran dan Badan Musyawarah melekat di unsur pimpinan, Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah, Kristian HP Lambe (fraksi Demokrat), Ketua Badan Kehormatan, Andareas Tadan (fraksi Hanura), Ketua Komisi I, Stefanus Maluangan (fraksi PDI Perjuangan), Ketua Komisi II, Semuel P Tandirerung (fraksi Nasdem) dan Ketua Komisi III, Nicodemus Mangera (fraksi Golkar). (Toto)


