Iklan

Tol Sibanceh Pangkas Waktu Tempuh Jadi 1 Jam, Tokoh Aceh Minta HK Tetap Prioritaskan Jalur Alternatif Warga

Editor-Berita56
Kamis, 21 Mei 2026, 15:47 WIB Last Updated 2026-05-21T07:49:13Z


Berita56,BANDA ACEH – PT Hutama Karya (Persero) terus memacu penyelesaian Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang diproyeksikan menghubungkan Aceh hingga Lampung. 

Salah satu urat nadi paling strategis di ujung barat Nusantara adalah Jalan Tol Sigli–Banda Aceh (Sibanceh) sepanjang 74,2 km, yang membentang dari Padang Tiji (Kabupaten Pidie) hingga Baitussalam (Kabupaten Aceh Besar).

Meski interkoneksi penuh menuju Sumatera Utara masih membutuhkan waktu, kehadiran Tol Sibanceh terbukti memangkas waktu tempuh Banda Aceh–Sigli secara drastis, dari semula tiga jam menjadi hanya satu jam perjalanan.

Antisipasi Lonjakan Trafik Juni 2026
Menghadapi momentum libur panjang Idul Adha 1447 H dan Hari Lahir Pancasila pada awal Juni 2026, Hutama Karya memprediksi adanya lonjakan volume kendaraan yang signifikan.

“Idul Adha disambut sangat meriah oleh masyarakat Aceh, sehingga potensi kenaikan trafik diperkirakan cukup tinggi,” ujar Kepala Regional Sumbagut Hutama Karya, Taufiq Hidayat, Kamis (21/5/2026.

Untuk mengurai kepadatan, Hutama Karya mengoperasikan enam seksi ruas Tol Sibanceh dengan rincian berikut:

Seksi 1 (Padang Tiji–Seulimeum): Beroperasi fungsional (gratis untuk periode tertentu).
Seksi 2 (Seulimeum–Jantho): Beroperasi penuh (6,35 km).

Seksi 3 (Jantho–Indrapuri): Beroperasi penuh (16 km). 

Seksi 4 (Indrapuri–Blang Bintang): Beroperasi penuh. 

Seksi 5 (Blang Bintang–Kutabaro): Beroperasi pada bagian jalur utama (mainroad).

Seksi 6 (Kutabaro–Baitussalam): Beroperasi penuh.

Taufiq menambahkan, Seksi 1 sebelumnya sengaja dibuka fungsional pascabencana hidrometeorologi akhir November 2025 demi kelancaran logistik bantuan kemanusiaan.

Hingga kini, status fungsional tersebut diperpanjang setelah berkoordinasi dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan Polda Aceh guna memastikan aspek keselamatan berkendara.

Sorotan Keselamatan dan Jalur Alternatif
Pemberlakuan status fungsional dan operasional ini mendapat respons positif sekaligus catatan kritis dari parlemen lokal. 

Ketua Komisi IV DPR Aceh (DPRA), Drh. Nurdiansyah Alasta, M.Kes, mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur tidak boleh melupakan aspek keselamatan warga sekitar.

Nurdiansyah menyoroti masih adanya kendaraan roda dua yang masuk ke Tol Seksi 1 (Padang Tiji–Seulimeum). Menurutnya, hal ini dipicu oleh belum rampungnya jalur alternatif bagi masyarakat terdampak proyek.

"Tol adalah jalur berkecepatan tinggi dengan standar keselamatan ketat. Edukasi harus dilakukan secara masif dan humanis, dibarengi pemasangan rambu yang jelas serta penerangan di titik rawan. Kami meminta HK lebih responsif agar tol ini berpihak pada keselamatan rakyat Aceh," tegas Nurdiansyah.

Di sisi lain, Tokoh Muda Aceh, Dedi Sumardi Nurdin, menilai Tol Sibanceh telah sukses menggerakkan roda ekonomi, memperlancar distribusi barang, serta mendongkrak sektor pariwisata daerah.

Mengingat pembebasan lahan untuk tol ruas Pangkalan Brandan–Langsa sudah menyentuh angka 99 persen, Alumni P3N Angkatan XXVI Lemhannas RI ini berharap pemerintah pusat segera merampungkan sisa proyek penghubung tol. 

"Kami berharap Presiden Prabowo Subianto memberikan atensi khusus untuk kelnjutan tol penghubung Sumatera Utara–Aceh. Ini krusial untuk mempercepat integrasi ekonomi kawasan barat Indonesia pascabencana," pungkas pria yang akrab disapa Dedi Lamra tersebut.(*/TB) 
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Tol Sibanceh Pangkas Waktu Tempuh Jadi 1 Jam, Tokoh Aceh Minta HK Tetap Prioritaskan Jalur Alternatif Warga

Terkini

Iklan