Iklan

Usai Santap MBG, Delapan Santri di Pinrang Keracunan, Sampel Ayam Positif Bakteri

Editor-Berita56
Selasa, 03 Februari 2026, 23:15 WIB Last Updated 2026-02-03T15:15:30Z


Berita56,Pinrang – Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang angkat bicara terkait insiden dugaan keracunan makanan yang menimpa delapan orang santri di salah satu pesantren di Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang.
Peristiwa tersebut terjadi setelah para santri mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu, 28 Januari 2026.

Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan Olahraga (Kesling Kesjaor) Dinas Kesehatan Pinrang, Ghafur, mengatakan laporan awal diterima dari pihak sekolah setelah sejumlah santri mengalami gejala kesehatan usai menyantap makan siang sekitar pukul 13.00 WITA.

“Hasil uji cepat (rapid test) terhadap sampel makanan menunjukkan adanya indikasi kuat kontaminasi bakteri, khususnya pada daging ayam,” ujar Ghafur saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (2/2/2026).

Meski bukan bakteri E. coli, ditemukan jenis bakteri lain yang masih memerlukan pemeriksaan laboratorium lanjutan untuk memastikan spesifikasinya.

Sementara itu, hasil uji fisik dan kimia terhadap kandungan berbahaya seperti boraks dan formalin pada ayam maupun tempe dinyatakan negatif.

Dinas Kesehatan menduga terdapat beberapa faktor yang memicu kejadian ini, di antaranya:
Pencampuran bahan baku, yakni dugaan tercampurnya daging ayam segar dengan daging yang sudah tidak layak konsumsi saat proses penyortiran.

Proses pendinginan yang tidak standar, di mana makanan hanya didinginkan menggunakan kipas angin biasa, bukan pendingin ruangan yang sesuai prosedur. Hal ini berisiko menyebabkan debu menempel serta mempercepat kerusakan makanan

Selain itu, Ghafur menjelaskan bahwa makanan matang idealnya dikonsumsi maksimal 30 menit hingga satu jam setelah tiba di lokasi. Jika dibiarkan lebih dari empat jam pada suhu ruang, risiko pembusukan meningkat drastis.

“Gejala yang dialami para santri meliputi nyeri ulu hati, pusing, mual, hingga muntah. Kami menekankan pentingnya penggunaan terminal makanan serta pendingin udara yang memadai agar suhu makanan tetap di bawah 5–6 derajat Celsius untuk mencegah pertumbuhan bakteri,” jelasnya.

Dinas Kesehatan terus mengimbau pengelola program MBG agar lebih memperhatikan standar higienitas, mulai dari pemilihan bahan baku hingga proses penyajian, guna mencegah kejadian serupa terulang.

Terpisah, Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Pinrang, Nining Angreani, saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, menyampaikan bahwa SPPG Lembang Binanga Karaeng ditutup sementara.

“SPPG Lembang Binanga Karaeng kami tutup sementara,” ujarnya singkat.(*/TB)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Usai Santap MBG, Delapan Santri di Pinrang Keracunan, Sampel Ayam Positif Bakteri

Terkini

Iklan