Tim ahli Geologi Independen memberikan penjelasan hasil Investigasi Seismik dan Geotehnik sumber getaran di area Salu tappa dilapangan SDN Sadipe lembang Patekke,Makale Selatan
Berita56,Toraja - Tim Ahli Geologi Independen Unhas yang terdiri dari Ahli Geotehnik dan Ahli Geofisika yang khusus menanganin explorasi seismik akhir bulan Juni 2021 selesai melakukan Investigasi Seismik, dan Geotehnik
sumber getaran disertai suara gemuruh yang diduga berasal dari aktivitas PT Malea Energy Hidropower, di area Salu tappa, lembang Patekke, kecamatan Makale Selatan, kabupaten Tana Toraja.
Ketua Tim Ahli Geologi Independen Dr. Eng. Ardy Arsyad, ST., M.Eng.Sc., lektor tehnik sipil Unhas dengan keahlian Geotehnik Utama didampingi Dr.Muhammad Rusli S.Si., MT. Ahli Geofisika, Rabu (30/6/2021) di lapangan SDN Sadipe, lembang Patekke menjelaskan hasil Investigasi Seismik dan Geotehnik tim Geologi, dihadapan warga masyarakat lembang Patekke, lembang Randan Batu dan lembang Bone Buntu Sisong.
Penjelasan Tim Geologi Independen tersebut dihadiri Wakil Bupati Tana Toraja Zadrak Tombeg, Sekda Samuel Tandi Bura, Kajari Makale Jepri Makapendua, anggota Komisi E DPRD Sulsel, Jhon Rende Mangontan,Wakil Ketua DPRD Tana Toraja Evivana Rombe Datu, Komisi III DPRD dan anggota DPRD Dapil I Makale- Makale Selatan Yan Anggung Kala'lembang ,unsur Muspika Makale Selatan serta Dinas Lingkungan Hidup Tana Toraja.
Dalam penjelasannya ketua Tim Geologi Independen Unhas, Ardy Arsyad menyebutkan Indikasi getaran dan Suara yang terjadi di area Salu tappa dan sekitarnya berdasarkan hasil Survei Pengukuran Getaran dan Geotehnik 17-20 Juni 2021 antara lain dipengaruhi oleh Mekanika Batuan pada Daerah Salu tappa.
"Lapisan permukaan 3m merupakan batuan lunak.Di bawah lapisan ini merupakan batuan sandstone (batupasir) shale (batuserpih) dengan pelapukan yang cukup besar hingga kedalaman 8m",kata Ardy Arsyad.
Lanjutnya, longsoran Salu tappa pada 4 juni 2021 berdasarkan kajian kinematic lereng ,dikarenakan oleh eksisting lereng batuan dalam kondisi lapuk dengan posisi strike dan clip yang hampir sama dengan kemiringan lereng.
"Adanya getaran,berdasarkan sejarah gempa seperti yang tercatat pada data BMKG, di sekitar Area Malea HEEP terjadi beberapa kali: 26 Juni 2021,Mw 3.1, 12 Nov 2018,Mw 4.0, 13 Des 2018, Mw.4.7, 7 Nov 2018, Mw.4.4, 3 Maret 2008,Mw.4.5, 5 Juni 1963, 5.8." ungkapnya.
Berdasarkan hasil Analisis Survei Pengukuran Getaran dan Geotehnik 17-20 Juni 2021.
Tim Geologi berkesimpulan dan merekomendasikan kepada PT Malea Energy Power untuk memperhatikan aspek lingkungan sekitar,dan memperbaiki kerusakan yang ditimbulkan akibat dampak langsung maupun tidak langsung dari aktivitas perusahaan.(TB)


