Berita56,Toraja - Ketua DPRD Tana Toraja Welem Sambolangi, Senin (10/5) menerima Kepala Bandara (Kaban) Toraja Airport, Anas Labakara di ruang rapat kerja ketua dewan.
Dalam pertemuan tersebut juga hadir anggota DPRD lainnya, Sony Palulungan dari fraksi Hanura mendampingi ketua DPRD menerima Kaban Toraja Airport.
Mereka membicarakan solusi anggaran dua Obstacle dinilai mengganggu keamanan penerbangan.
Anas tidak merinci berapa anggaran untuk memotong dua gunung (obstacle) dan pembebasan lahan milik masyarakat pengembangan area bandara.
Menurut Anas, areal kawasan bandara Toraja baik Pemda Tana Toraja maupun otoritas bandara ingin mengetahui status tanah warga yang dibebaskan sebelumnya.
Demikian pula berapa luas tanah warga bersertifikat tanpa masalah, dan tanah tongkonan.
Pasalnya, untuk menambah panjang runway hendaknya diikuti dengan luas lahan tersedia, sehingga Pemda sebagai penyedia lahan perlu diketahui luas areal bandara dan status tanah.
Anas tidak menampik jika menjelang Idhul Fitri penerbangan ke Toraja Airpot dari 6 – 17 Mei dihentikan sementara dari dua maskapai Wings Air, dan Citilink.
Diakui Anas, selama penerbangan normal dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar-Toraja penumpang setiap hari mencapai 50% biaya tiket masih disubsidi.
Ditambahkan Welem Sambolangi, mengingat Pemda Tana Toraja devisit kurang lebih Rp 86.604.197.217, belum berkenan Pemda anggarkan pembebasan tambahan areal bandara.
Meski begitu, lanjut Welem, sebaiknya Kaban Toraja Airport segera kordinasi Bupati dan menyurat ke Kementrian Perhubungan terkait kondisi kekinian Pemda Tana Toraja sehingga perlu ada kordinasi kedua belah pihak pembangunan bandara terus berlanjut.
Apalagi pihak bandara akan membuka jalur penerbangan dari bandara Sepinggan Balikpapan Kalimantan Timur, wajar penambahan areal bandara.
“Demikian pula penambahan jalur penerbanyan rute Bali, Manado, Kendari, Palu-Toraja perlu perhatian sebab Tana Toraja tujuan wisata,” tutur Welem (*)


